Skip to main content

Oknum Go-Jek Lecehkan Pelanggan

Oknum Go-Jek Lecehkan Pelanggan

WinNetNews.com - Seorang oknum driver Go-Jek kembali menghebohkan dunia maya. Seorang pemilik akun berinisial T menuliskan curahan hatinya yang kesal dan kecewa lantaran sang adik mendapatkan perlakuan yang tidak pantas saat menggunakan jasa Go-Jek.

Dalam akun tersebut, T menceritakan kejadian tak mengenakan tersebut bermula saat oknum driver Go-Jek akan mengantarkan korban dari sekolah menuju rumah korban. Saat itu, IR bercerita mengenai masalah seksualnya kepada korban. Namun, korban tidak menanggapinya dan memilih diam. Kesal karena ceritanya tidak direspon, IR justru melakukan tindakan asusila kepada korban dengan memegang tangan, merangkul tubuh, menempelkan muka ke leher korban saat tiba di tujuan. Tak hanya itu, menurut T, ketika adiknya mencoba melawan dengan mendorong IR, IR malah nekat memegang bokong dan kemaluan korban.

Atas kejadian tersebut, T mengaku telah meminta pertanggungjawaban pihak GO-JEK agar mempertemukan dengan IR. Tapi perusahaan jasa ojek online itu malah tidak merespon. Dalam tulisannya, T juga mengancam akan melaporkan perkara ini kepada pihak kepolisian jika keluhannya pihak GO-JEK tak kunjung memberikan sanksi berat kepada IR.

Tak hanya heboh di dunia maya, kabar tersebut juga tersebar melalui pesan berantai. Entah dari mana asalnya pesan berantai tersebut berisikan screenshot akun T beserta foto dan identitas oknum Go-Jek yang terlibat pelecehan terhadap pelanggannya.

image0

Setelah peristiwa memalukan itu ramai diperbincangkan di media sosial, GO-JEK langsung memberikan tanggapan melalui akun resmi Twitter-nya kepada para netizen yang mengeluhkan kejadian ini. Seperti saat akun twitter resmi @gojekindonesia membalas keluhan dari akun twitter @martinaa_tinaa. Pihak GO-JEK berjanji akan menindak tegas IR atas tindakan asusila yang dilakukan.

"Hi, perihal tersebut kami sudah konfirmasi dengan pihak customer dan driver yang bersangkutan dalam penanganan tim terkait" tulis akun twitter @gojekindonesia, Sabtu (13/2).

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top