Oknum Penyebab Kecelakaan di Ciloto akan Diberi Sanksi Tegas Kemenhub

Oknum Penyebab Kecelakaan di Ciloto akan Diberi Sanksi Tegas Kemenhub

Minggu, 30 Apr 2017 | 18:48 | Ahmad Mashudin

WinNetNews.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tengah melakukan penyelidikan bersama pihak kepolisian terkait kecelakaan di Ciloto, Puncak yang menewaskan 11 orang. Kemenhub akan memberi sanksi tegas kepada pihak atau oknum yang menjadi penyebab kecelakaan.

"Kemenhub sangat menyesalkan terjadinya peristiwa kecelakaan yang berulang. Kami juga menyampaikan rasa keprihatinan yang sangat mendalam. Kemenhub juga telah meminta agar para korban dibantu dan ditangani dengan baik," ujar Kabiro Informasi dan Komunikasi Publik Kemenhub JA Barata dalam keterangan yang diterima wartawan, Minggu (30/4/2017).

Saat ini, Direktur Angkutan dan Multimoda, Ditjen Hubdat telah diminta berada di lokasi untuk melakukan penyelidikan terkait kecelakaan maut tersebut. Selain itu, Kemenhub juga meminta petugas yang berada di lapangan untuk kembali mengatur arus lalu lintas agar berjalan lancar.

"Para petugas juga telah diminta untuk memperbaiki situasi, menghilangkan hambatan dan menperlancar kembali lalu lintas di lokasi kejadian," kata Barata.

Kemenhub akan memberikan sanksi terhadap pihak ataupun oknum yang menjadi penyebab kecelakaan maut di Ciloto. Kemudian sanksi administrasi juga diberikan pada perusahaan angkutan umum yang mengabaikan faktor keselamatan.

"Kemenhub berkoordinasi dengan pihak kepolisian dalam hal proses memberikan sanksi kepada mereka (termasuk oknum maupun perusahaan) yang secara nyata terlibat pelanggaran pidana dalam kecelakaan-kecelakaan ini. Kemenhub sesuai kewenangannya, juga memberikan sanksi administrasi yang setimpal kepada perusahaan angkutan umum yang mengabaikan faktor-faktor keselamatan," ujarnya.

Untuk mengantisipasi kejadian yang sama berulang kembali, Kemenhub akan melakukan pemeriksaan terhadap seluruh armada bus, baik bus AKAP maupun pariwisata.

"Menugaskan Ditjen Perhubungan Darat untuk melaksanakan dan mengkoordinasikan Dinas Perhubungan melakukan pemeriksaan terhadap seluruh armada bus (bukan random check) untuk seluruh armada setiap perusahaan bus, baik AKAP maupun Pariwisata," sebutnya.

Sebelumnya polisi menduga penyebab kecelakaan maut di Ciloto, Puncak akibat rem bus blong.

"Bus pariwisata Kitrans warna putih dengan nopol B 7057 BGA dari Jakarta menuju Cianjur diduga rem blong," Kasatlantas Polres Cianjur AKP Erik Bangun Prakasa, melalui pesan singkat kepada wartawan (30/4/2017).

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...