Olahan Berbahan Dasar Daging Bisa Memicu Kanker, Benarkah?

Olahan Berbahan Dasar Daging Bisa Memicu Kanker, Benarkah?

Rabu, 5 Okt 2016 | 10:22 | Fellyanda Suci Agiesta

WinNetNews.com - Bagi penggemar daging merah sepertinya harus berhati - hati dengan kesehatan Anda. Apalagi bagi Anda yang menyukai makanan seperti daging sate yang gosong. Karena dari kedua makanan tersebut dapat menyebabkan kanker.

Untuk daging merah yang tidak diolah dengan cara yang tak tepat, daging merah ini akan memicu kanker. Menurut dokter spesialis gizi klinik dari RS Kemang Medical Care (KMC), dr Verawati S., SpGK, proses memasak yang kurang tepat pada daging memang dapat memicu datangnya kanker. Salah satunya adalah memasak dengan cara memanggang atau membakar.

"Daging dibakar, lalu kan ada yang menetes ke api, lalu naik ke atas (daging -red) lagi. Ini memicu munculnya Hidrokarbon Polisiklik Aromatik (HPA), yang berisiko menimbulkan kanker," ujar dokter yang akrab disapa dr Vera tersebut.

Jadi, bagi para penikmat makanan berbahan basar daging, lebih baik jangan dikonsumsi secara berlebihan, karena di antara serat-serat otot daging merah ada banyak sel darah, yang bisa memicu kanker.

Menurut dr Vera, daging yang aman dikonsumsi sebenarnya adalah daging ikan. Ia juga menyarankan agar pengolahan daging lebih baik dioseng saja. Jika ingin mengkonsumsi sate, lebih baik Anda tak mengonsumsi bagian daging yang berkerak atau gosong.

"Sebab bagian yang sudah berkerak-kerak itu sumber pemicu kankernya. Iya panggang boleh, tapi jangan langsung kena api juga, jadi tetesan lemaknya tidak langsung kena api dan naik lagi," pesan dr Vera.

Tidak hanya daging merah saja, beberapa daging olahan seperti sosis juga bisa menyebabkan kanker. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sudah menyetujui hal itu.

Laporan badan PBB yang dikeluarkan hari Senin (26/10) menyebutkan mengonsumsi 50 gram daging olahan per hari meningkatkan kanker usus besar hingga 18%.

"Risiko untuk terkena kanker usus besar akibat mengonsumsi daging olahan relatif kecil, tapi risiko ini meningkat sesuai dengan jumlah yang dikonsumsi," kata Dr Kurt Straif dari WHO.

Menurut penasihat departemen kesehatan WHO, potensi karsinogenik pada daging merah terdapat pada semua daging merah segar dan olahan. Penempatan daging merah pada kategori encyclopedia of carcinogens membuat posisi daging mereka sama bahaya seperti rokok dan alokohol. WHO menetapkan hasil tersebut setelah terjadi pertemuan dan diskusi dengan para ilmuwan dunia berbekal tinjaun bukti dari isu yang berkembang tentang itu.

Berdasarakan jakian dari Badan Penelitian International (IARC), dalam daging merah dan olahan terdapat 924 zat yang bisa memicu tumbuhnya kanker. Meski begitu, risiko dan manfaat makanan turut dipertimbangkan sebelum dirilis pengumuman itu dan memberikan saran terkait apa yang harus dilakukan oleh banyak orang.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...