Operasi Pasar Daging Ayam Rp 30 Ribu per kilo, Peternak Protes

Operasi Pasar Daging Ayam Rp 30 Ribu per kilo, Peternak Protes

Jumat, 1 Jul 2016 | 18:39 | Ahmad Mashudin

WinNetNews.com -  Peternak keberatan dengan operasi pasar daging ayam oleh Bulog yang membanderol harganya Rp 30 ribu per kilogram. “Keberatan kalau harga Rp 30 ribu itu, di kandang Rp 16 ribu sampai Rp 17 ribu per kilogram di kandang. Peternak rugi,” kata dia di Bandung, Jumat, 1 Juli 2016.

Herry mengatakan, kondisi hampir serupa terjadi dengan peternak sapi saat pemerintah memaksa menekan harga jual daging sapi Rp 80 ribu per kilogram. “Pemerintah jangan hanya kepengen harga murah tapi mengorbankan peternak,” kata dia.

Menurut Herry, saat ini harga ayam di kandang sudah tembus Rp 20.500 per kilogram, naik dari harga sebelumnya Rp 19.500 per kilogram. Dengan menghitung rantai distribusi maka harga daging ayam di pasar berkisar Rp 36 ribu hingga Rp 38 ribu per kilogram.

Herry mengatakan, harga daging ayam menjelang Lebaran saat ini masih lebih murah ketimbang Lebaran tahun lalu. “Lebaran tahun lalu harga di kandang Rp 23 ribu sampai Rp 24 ribu per kilogram, harganya di pasar tahun lalu sampai Rp 40 ribu (per kilogram),” kata dia.

Herry mengatakan, kendati keberatan dengan harga operasi pasar, peternak cuma bisa pasrah. Dia mempertanyakan dasar harga penjualan Rp 30 ribu itu karena kesepakatan sebelumnya menyepakati harga daging ayam ideal Rp 32 ribu sampai Rp 34 ribu per kilogram. “Harga yang disepakati di kandang peternak itu Rp 18.900 dengan jaminan keuntungan peternak 5 persen, harga dipasar itu Rp 33 ribu, ini sudah keputusan pemerintah yang melanggar pemerintah sendiri,” kata dia.

Kepala Dinas Peternakan Jawa Barat Doddy Sofwan Arif mengatakan, operasi pasar sengaja digelar karena harga daging ayam di pasar sudah dua kali lipat harganya di kandang. “Di petani Rp 19 ribu, kenapa dijual di pasar sampai Rp 38 ribu, artinya setengahnya ada di tata niaganya. Sementara kalau dihitung tidak harus sampai 100 persen,” kata dia, Jumat, 1 Juli 2016.

Doddy mengatakan, operasi pasar sengaja untuk menekan kenaikan harga yang terjadi agar tidak terlalu tinggi. “Makanya dibuatlah operasi pasar melalui Bulog. Karena pemerintah ingin tidak memberatkan konsumen dalam posisi sekarang, dengan harga yang cukup tinggi,” kata dia.

Pantauan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat di lima pasar tradisional di Kota Bandung mencatat harga daging ayam rata-rata sudah menembus Rp 35.947 per kilogram, harga di pasaran bervariasi antara Rp 35 ribu hingga Rp 38 ribu per kilogram. Harganya terus merangkak sejak awal pekan ini.

Sebelumnya, Kepala Perum Bulog Divisi Regional Jawa Barat Alip Affandi mengatakan, tengah meminta penambahan pasokan gula pasir dan daging sapi untuk operasi pasar menekan kenaikan harga jelang Lebaran. “Karena permintaan operasi pasar, habis terus,” kata dia.

Alip mengatakan, dari tujuh bahan makanan yang dijual dalam operasi pasar Bulog, permintaan paling banyak untuk gula pasir, beras, dan daging sapi. “Yang paling tinggi pertama gula, kedua beras, dan ketiga daging sapi,” kata dia.

Alif menjelaskan, selama Ramadan ini Bulog sudah menggelontorkan 1.000 ton gula pasir di Jawa Barat. Alif merinci, 600 ton disalurkan lewat operasi pasar murah bersama pemerintah provinsi Jawa Barat, dan 400 ton dijual langsung oleh Bulog lewat operasi pasar.

Menurut Alip, sepekan terakhir menjelang Lebaran, Bulog akan meminta tambahan pasokan gula pasir. “Sekarang kita mau tambah lagi stoknya, kita akan order lagi 600 ton,” kata dia.

Alip mengatakan, permintaan daging sapi juga terus menignkat. Sepanjang puasa hingga saat ini misalnya, Bulog sudah menggelontorkan hampir 60 ton daging sapi di Jawa Barat. Dari jumlah itu, 32 ton disalurkan lewat operasi pasar murah bersama pemerintah Jawa Barat.

Menurut Alip, Bulog Jawa Barat akan meminta tambahan pasokan daging sapi, kendati tidak merincinya. Bulog Jawa Barat juga memindahkan pemotongan sapi tidak lagi di Jakarta, tapi di Bandung untuk mempercepat pasokan daging sapi untuk operasi pasar. “Kita akhinrya motong (sapi) di sini, di kantor. Kita minjam tukang potong di RPH (Rumah Potong Hewan) ke sini biar cepat, karena orang yang membelinya ngantri,” kata dia.

Alip mengatakan, selama bulan puasa ini Bulog menggelar operasi pasar untuk tujuh bahan makanan. Yakni beras, gula pasir, minyak goreng, daging ayam, daging sapi, bawang merah, serta bawang putih.

Masing-masing dijual dengan harga murah. Beras medium misalnya dijual Rp 7.200 per kilogram, beras kualitas premium Rp 9.500 sampai Rp 11 ribu tergantung jenisnya, lalu daging sapi Rp 85 ribu per kilogram, daging ayam Rp 30 ribu per kilogram, bawang merah Rp 25 ribu per kilogram, bawang putih Rp 29 ribu per kilogram, serta gula pasir Rp 13 ribu per kilogram. “Kita buka setiap hari di kantor kita di seluruh Jawa Barat, dan di komunitas-komunitas masyarakat sudah berjalan semua,” kata Alip.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...