Skip to main content

Operator Bisa 'Mengintip' Data Pribadi Saat Registrasi Ulang SIM Card, Pelanggan Dirugikan Tidak?

foto: Istimewa
foto: Istimewa

WinNetNews.com - Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri Zudan Arif Fakrulloh mengatakan, data privasi milik pelanggan seluler saat melakukan registrasi sim card prabayar tidak akan dimanfaatkan operator seluler meskipun operator dapat 'mengintip' NIK, KK, nama, tempat dan tanggal lahir, serta alamat.

"Tapi operator enggak bisa ngapa-ngapain datanya, tidak bisa mengubah data. Dia hanya memasukan NIK hingga keluar datanya. Kan tidak diberi password untuk mengubah," kata Zudan.

Zudan juga mengatakan, pemanfaatan data kependudukan ini tak hanya digunakan untuk verfikasi operator seluler saja. Setidaknya ada sekitar 252 lembaga yang juga dapat mengakses informasi tersebut.

Proses registrasi pelanggan seluler prabayar ini akan berlaku pada 31 Oktober 2017 dan paling lambat pada 28 Februari 2018. Keberhasilan registrasi SIM Card ini harus sesuai dengan NIK yang tertera di KTP elektronik (e-KTP) dan KK agar proses validasi ke database Ditjen Dukcapil dinyatakan sukses.

Menurut Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, registrasi ditujukan untuk kepentingan national single identity, dimana segala sesuatu akan mengacu pada satu identitas.

"e-KTP nantinya jadi pusat referensi terbesar dari transaksi yang terjadi di Indonesia. Ke depannya e-KTP, meskipun ada isu, tapi tidak akan menghalangi rencana pemerintah menjadikan e-KTP sebagai basis daripada otorisasi, verifikasi, transaksi apapun di Indonesia yang diperlukan," ucap Rudiantara.

Registrasi pelanggan seluler prabayar ini dilakukan dengan cara mengirim SMS ke 4444 dengan format NIK#NomorKK#. Sedangkan untuk pelanggan lama dengan format ULANG#NIK#NomorKK#.

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top