Operator Seluler AS, T-Mobile dan Sprint Merger
ilustrasi

Operator Seluler AS, T-Mobile dan Sprint Merger

Senin, 30 Apr 2018 | 07:24 | Rusmanto

WinNetNews.com - Dua operator Amerika Serikat, Sprint dan T-Mobile, resmi bergabung. Transaksi penggabungan ini mencapai USD 26 miliar atau sekitar Rp 360 triliun.

Setelah proses merger ini, semua operasi akan di bawah T-Mobile dengan markas utama di Bellevue, Washington. CEO T-Mobile John Legere akan tetap memimpin. 

Begitupula COO T-Mobile Mike Sievert akan tetap di posisi dengan tambahan jabatan sebagai presiden dari entitas gabungan. Tim manajemen yang baru akan dipilih dari kedua perusahaan.

Sementara Softbang Group Chariman and CEO Masayoshi Son (pemilik Sprint) dam CEO Sprint Marcelo Claure akan menjadi dewan direksi T-Mobile yang baru.

Untuk diketahui T-Mobile dan Sprint adalah operator seluler terbesar ketiga dan keempat di AS, masing-masing dengan pangsa pasar 19% dan 12%. Verizon memimpin pasar dengan pangsa pasar 36 persen, diikuti oleh AT & T (30 persen). Dengan penggabungan ini T-Mobile akan menjadi operator seluler nomor dua di AS.

"Kesepakatan ini akan menciptakan pesaing sengit dengan skala jaringan untuk memberikan lebih banyak bagi konsumen dan bisnis dalam bentuk harga yang lebih rendah dan lebih banyak inovasi. 

Melakukan semuanya jadi jauh lebih cepat daripada yang bisa dilakukan oleh perusahaan mana pun," kata Legere dalam pernyataan resminya terkait marger T-Mobile dan Sprint seperti dikutip dari Mobile World Live, Senin (30/4/2018).

Dengan merger ini membuat entitas gabungan akan memiliki nilai pasar sebesar USD 146 miliar Rp 2 kuadriliun.

Di akun Twitternya, CTO T-Mobile Neville Ray mengatakan kombinasi kepemilikan Sprint 2,5 GHz dan T-Mobile 600 MHz, dan aset pektrum lainnya akan menciptakan jaringan seluler kapasitas tertinggi dalam sejarah AS.

"Ini akan menjadi sesuatu yang belum pernah dilihat oleh siapapun. Ibu dari semua jaringan," tulisnya.

Sementara itu Sievert dalam keterangan persnya mengatakan penggabungan ini membuat T-Mobile memiliki 85.000 situs makro dan 50 ribu small cell. Tapi penggabungan ini sendiri lebih untuk mendapatkan lebih banyak spektrum, dengan catatan mereka akan mencari pengabaian dari Federal Communication Commission (FCC) untuk menawar dalam lelang spektrum mmWave bersama-sama.

Lebih lanjut Sievert mengatakan pelanggan Sprint akan dialihkan ke jaringan T-Mobile dalam tiga tahun ke depan. Dia mencatat ada 20 juta pelanggan Sprint yang sudah memiliki handset yang kompatibel dengan jaringan T-Mobile.

Pihaknya pun akan agresif memindahkan pelanggan voice CDMA ke teknologi VoLTE dengan upgrade handset. Untuk meminimalkan gangguan layanan, T-Mobile akan mempertahankan CDMA pada 800 MHX hingga pelanggan sepenuhnya ditransisikan. (detikcom)

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...