Opininya Dikutip Prabowo Dalam Gugatan ke MK, Tom Power: Konteksnya Tidak Lengkap

Sofia Citradewi
Sofia Citradewi

Opininya Dikutip Prabowo Dalam Gugatan ke MK, Tom Power: Konteksnya Tidak Lengkap Tom Power. Sumber: New Mandala

Winnetnews.com - Kuasa hukum paslon nomor urut 02 Prabowo-Sandi mengutip banyak pendapat pakar asing soal kondisi politik Indonesia dalam gugatannya ke Mahkamah Konstitusi. Salah satunya adalah kandidat Doktor dari Australia National University, Tom Power.

Dalam wawancaranya bersama CNBC Indonesia, Tom buka-bukaan terkait opininya yang dikutip oleh Prabowo dkk dari artikel yang pernah ia tulis dalam sebuah jurnal pada 2018 lalu. "Tapi mereka menggunakan artikel ini dalam konteks yang kurang lengkap," ujarnya, Rabu (12/6/2019).

Ia menjelaskan, artikel yang ia tulis saat itu sama sekali tidak menyebut dan menunjukkan indikasi kecurangan pemilu yang berlangsung April lalu, sebab artikel ditulis 6 bulan sebelum pesta demokrasi Indonesia berlangsung.

"Kedua, sangat sulit sekali menyimpulkan bahwa tindakan pemerintahan Jokowi yang saya sebutkan bisa diterjemahkan sebagai bukti kecurangan pemilu yang masif dan terstruktur," tambahnya lagi.

Lalu, hasil penelitiannya memang menunjukkan indikasi bahwa pemerintahan Jokowi tersinyalir bersikap anti demokrasi namun ia menegaskan sama sekali tidak menyebut bahwa pemerintahan Jokowi adalah rezim otoriter.

"Ketiga, saya sama sekali tidak mengatakan bahwa kualitas demokrasi di Indonesia akan lebih baik kalau Prabowo jadi presiden," akunya.

Bahkan, Tom melanjutkan, dalam tulisannya ia menyebut bahwa tim oposisi Prabowo sejak 2014-2015 sudah tampak ingin menggulingkan pemerintah dan menguatkan posisinya di badan legislatif. "Dan menunjukkan sangat jelas karakternya yang tidak liberal dan anti demokrasi."

Prabowo, kata dia, memberikan indikasi kuat sejak 2014 bahwa pihaknya sangat ingin memukul mundur demokrasi Indonesia. Sementara, Jokowi makin menunjukkan kebijakan yang juga serampangan.

Apa Reaksi Kamu?