Skip to main content

Optimis Tak Terjerat, Hari Tanoe Datang ke Kejagung

Optimis Tak Terjerat, Hari Tanoe Datang ke Kejagung
Optimis Tak Terjerat, Hari Tanoe Datang ke Kejagung

Hary Tanoesoedibjo datang ke Kejaksaan Agung (Kejagung), Kamis (17/3/2016) guna jalani pemeriksaan kasus dugaan korupsi restitusi pajak PT Mobile 8 Telecom.

"Saya sebagai warga negara yang taat hukum, saya ikuti proses penyidikan Kejagung. Saya datang untuk memberi penjelasan," jelas Hary Tanoe di Kejagung, Jakarta, Kamis (17/3). Hari, bos Media Nusantara Grup (MNC) itu datang didampingi kuasa hukumnya, Hotman Paris Hutapea, mengatakan siap jalani proses hukum yang dilakukan penyidik dari Kejagung.

Hary Tanoe merasa tidak pernah terlibat dalam kasus ini. Hari juga optimis Kejagung tak akan dapat menjerat dirinya di kasus restitusi pajak yang rugikan negara Rp10 Miliar tersebut."Buktikan saja, saya tidak akan jadi tersangka," tegas Hari di depan Gedung Bundar Jampidsus. Pemanggilan ini adalah pemanggilan lanjutan, sebelumnya Hary Tanoe tidak hadir dalam pemeriksaan yang diagendakan Kejagung pada Kamis (10/3/2016) lalu. Hary Tanoe tak dapat hadir dengan alasan berada di luar kota.

Kejagung memerlukan keterangan Hary Tanoe dalam kasus ini. Karena, sewaktu dugaan korupsi ini diketahui, Kejagung menduga pemegang saham dari PT Mobile 8 adalah Hary Tanoe.Kasus muncul setelah penyidik Kejagung temukan adanya transaksi palsu mengenai permohonan restitusi diantara PT Mobile 8 dengan PT Jaya Nusantara pada periode 2007-2009. Pada kurun waktu itu, PT Mobile 8 diduga memalsukan bukti transaksi dengan PT Jaya Nusantara sampai Rp80 miliar.

"PT Jaya Nusantara sebenarnya tidak mampu untuk membeli barang dan jasa telekomunikasi milik PT Mobile 8. Transaksi pun direkayasa, seolah-olah terjadi perdagangan dengan membuatkan invoice sebagai fakturnya," kata ketua tim penyidik perkara itu, Ali Nurudin, 21 Oktober 2015 silam. Setelah diajukan, permohonan restitusi pajak dikabulkan KPP Perusahaan Masuk Bursa Jakarta di tahun 2009. Sementara, bukti transaksi menjadi dasar pengajuan restitusi itu merupakan barang palsu yang dibuat PT Mobile 8.

Sumber&foto:riaupos.co

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top