Orang Ini Sebut Kasus Sukmawati Bisa Dibawa ke Mahkamah Internasional
Sumber : Istimewa

Orang Ini Sebut Kasus Sukmawati Bisa Dibawa ke Mahkamah Internasional

Minggu, 8 Apr 2018 | 10:37 | Oky

Winnetnews.com - Ketua Ikatan Advokat Muslim Indonesia (IKAMI) Abdullah Alkatiri mengkritik sikap kepolisian dalam kasus puisi Ibu Indonesia Sukmawati Soekarnoputri.

Alkatiri berpandangan kepolisian tidak bisa menyelesaikan masalah puisi Sukmawati dengan pendekatan restorative justice atau pendekatan mediasi untuk penyelesaian masalah.

"Perkara yang dihadapi oleh Sukmawati Soekarnoputri adalah selain delik umum bukan delik aduan juga obyek perkaranya bukan manusia melainkan suatu keyakinan atau agama yang mana perbuatan tersebut adalah penodaan agama," kata Alkatiri, Sabtu (7/4/2018) malam.

Alkatiri menegaskan ada perbedaan signifikan antara delik umum dan delik aduan. Menurut Alkatiri, tindak pidana bisa diselesaikan dengan pendekatan restorasi apabila objeknya adalah manusia atau masyarakat tertentu dan perbuatannya juga merupakan delik aduan.

Objek perkara Sukma dinilai bukan manusia melainkan suatu keyakinan atau agama yang dimiliki oleh umat Islam di seluruh dunia.

Apabila mengacu kepada pandangan tersebut, permintaan maaf Sukmawati tidak berarti menghentikan perkara, sebab puisi Sukmawati tak hanya menyinggung umat Islam di Indonesia. Bahkan, menurut Alkatiri perkara Sukma bisa dibawa ke Mahkamah Internasional.

"Bisa dari Turki keberatan. Dia bisa pakai Mahkamah internasional. Jadi adalah suatu yang tidak mungkin dilakukan penyelesaian secara restorative justice dalam perkara yang dihadapi oleh Sukmawati seperti yang akan dilakukan oleh pihak kepolisian," kata Alkatiri.

Alkatiri memastikan mereka akan mengawal kasus Sukmawati. Mereka juga akan mengawal kasus dugaan penistaan agama lain seperti Ade Armando dan Viktor Laiskodat. Mereka akan menagih janji penanganan penodaan agama karena melanggar Pasal 156a KUHP.

Pendekatan restorative justice muncul lantaran kepolisian berusaha melakukan mediasi dalam kasus isi puisi Ibu Indonesia. Pendekatan ini menitik-beratkan pada kondisi terciptanya keadilan dan keseimbangan bagi pelaku tindak pidana serta korbannya sendiri. Hal itu diwacanakan untuk menyelesaikan kegaduhan puisi Sukmawati.

Puisi Sukma menjadi perbincangan lantaran menyinggung sejumlah simbol Islam seperti Adzan. Akibat pembacaan isi puisi yang menyinggung simbol Islam, sejumlah aktivis mengecam keras dan melaporkan anak Presiden pertama RI Sukarno itu ke polisi. Mereka beranggapan Sukmawati sudah melecehkan dan menista agama Islam.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...