(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Orangtua Miskin, Bayinya Ini Pun Terpaksa Ditahan Rumah Sakit

Rike
Rike

Orangtua Miskin, Bayinya Ini Pun Terpaksa Ditahan Rumah Sakit
WinNetNews.com-Kebahagian suami istri Ismail (25) dan Siti Fatiha (26) usai miliki anak harus terusik sebab bayi laki-laki mereka ditahan rumah sakit.

Bayi yang baru berusia 14 hari itu tak bisa dibawa pulang kedua orangtuanya dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah di ruang Mawar kamar 105 Rawat Inap.Orangtua bayi akui tak memiliki uang guna membayar biaya persalinan sebanyak Rp12.610.000,-. Bayi yang lahir pada Jumat 15 April 2016 lalu, lewat operasi cesar ternyata menelan biaya yang banyak. Sedangkan orangtua bayi tak memiliki uang dan tak memiliki jaminan kesehatan seperti BPJS dan Jamkesda ketika proses persalinan waktu itu. Orangtua bayi hingga kini belum juga dapatkan uang pembayaran administrasinya. Sebelum biaya persalinan dilunasi bayinya itu harus menginap di rumah sakit, walau ibunya telah bisa pulang.Sebagai seorang ibu, Siti sangat sedih dengan kondisi sekarang ini. Ia harap bayinya bisa segera pulang ke rumah.

Tetapi, sekarang terkendala biaya administrasi sehingga harus tertahan dalam rumah sakit. "Kepikiran terus mau pulang ke rumah, tapi tak ada uang bayar operasinya," ucap Siti. Warga Pasar Melayu, RT02/RW08, Kelurahan Bukit Tempayan ini menyampaikan kondisi bayinya sekarang kurang sehat. Ia menambahkan suaminya selama ini bekerja serabutan untuk hidupi keluarganya. Biaya rumah sakit terus membengkak bila tak segera pulang dari rumah sakit."Suami saya bekerja serabutan, kadang-kadang mengambil pasir dalam parit yang ada di Barelang. Tidak mau pulang sebelum bisa bayinya pulang," kata dia.

Siti berharap melalui bantuan dermawan masyarakat Kota Batam untuk membantu meringankan biaya rumah sakit. Kini uluran tangan masyarakat sangat dibutuhkan keluarga Siti supaya anaknya dapat pulang ke rumah.

"Sekarang kami minta bantuan dari masyarakat dapat membayarkan biaya operasi agar anak saya bisa pulang," ujarnya.Ibu kandung Siti, Nurmaida melanjutkan sudah berupaya sampaikan kepada Wali Kota Batam Muhammad Rudi. Walau sudah disampaikannya langsung kepada Rudi, ia belum mendapatkan yang diharapkannya. "Tadi Pak Wali Kota bilang supaya menemui Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Batam," terangnya.

Pada waktu bersamaan rombongan Wali Kota Batam datangi RSUD Embung Fatimah untuk inpeksi mendadak (sidak). Tetapi Rudi malah minta Siti dan Ismail supaya ikuti prosedur yang berlaku. Ia sebut, pemerintah bisa rugi jika menanggung semua biaya administrasi persalinannya. Namun, untuk cari solusinya Rudi arahkan keluarga Siti dan Ismail supaya menghadap kepada Kepala Dinkes Batam Chandra Rizal."Diajukan BPJS tidak bisa lagi karena sudah melahirkan. Sebaiknya coba tanyakan sama Kepala Dinkes Batam untuk penyelesaiannya seperti apa," tutupnya.

Sumber:sindonews.com

Ilustrasi Foto: http://www.mediccast.com/

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});