Organisasi HAM Kritik Aung Sang Suu Kyi

Organisasi HAM Kritik Aung Sang Suu Kyi Aung Sang Suu Kyi/Reuters

WinNetNews.com – Kritik terlontar dari sejumlah organisasi HAM internasional kepda Aung Sang Suu Kyi soal krisis di Rakhine. Kritikan ini datang tidak lama setelah Suu Kyi menyampaikan pidato soal krisis di bagian utara Myanmar itu.

Menurut Amnesty Internasional, seperti dilansir Reuters pada Selasa (19/09/2017), pernyataan Suu Kyi kembali menunjukan pemerintah Myanmar masih menutup mata mengenai apa yang sebenarnya terjadi di Rakhine.

"Aung San Suu Kyi hari ini menunjukkan bahwa dia dan pemerintahnya masih mengubur kepala mereka di pasir karena kengerian yang terjadi di Negara Bagian Rakhine," ucap Direktur Amnesty Internasional untuk Asia Tenggara dan Pasifik, James Gomez.

Sementara itu, Human Right Watch (HRW) secara khusus menyoroti pernyataan Suu Kyi yang menyebut sudah tidak ada operasi militer di Rakhine sejak 5 September. "Jika memang benar, lalu siapa yang membakar semua desa yang telah kita lihat dalam dua minggu terakhir ini?" tanya Wakil Direktur HRW di Asia, Phil Robertson.

Pidato Suu Kyi sendiri merupakan pidato pertama yang dia sampaikan pasca kekerasan di Rakhine meletus bulan lalu. Dalam pidatonya dia mengatakan Myanmar tidak tidak takut dengan "pengawasan internasional" atas krisis Rohingya.

Dia juga mengutuk setiap pelanggaran HAM di negara bagian Rakhine, dan mengatakan akan menyeret setiap pelaku pelanggaran HAM tersebut ke pengadilan.