Otak Bom Thamrin, Aman Abdurrahman Segera Dieksekusi Mati
Foto:Istimewa

Otak Bom Thamrin, Aman Abdurrahman Segera Dieksekusi Mati

Jumat, 29 Jun 2018 | 11:19 | Cindy Cesilia

WinNetNews.com-  Terdakwa teroris kasus bom Thamrin, Aman Abdurrahman dilaporkan akan segeran dieksekusi mati. Dikutip dari berbagai sumber yang ada, menurut Jaksa Penuntut Umum yang menangani Aman membenarkan kabar tersebut. 

 Mayasari menyatakan pihaknya akan segera mengeksekusi mati teroris di kasus Bom Thamrin itu. Namun, kejaksaan masih menunggu salinan putusan majelis hakim.

"Kita tunggu putusan lengkap dan membuat laporan ke pimpinan. Jika putusan sudah mempunyai kekuatan hukum tetap, maka yang bersangkutan dapat segera dieksekusi," kata JPU Mayasari.

Jika putusan telah berkekuatan hukum tetap, maka nantinya Aman akan segera dieksekusi. Jaksa Agung HM Prasetyo sendiri sebelumnya mengatakan menyambut baik putusan tersebut karena sama dengan putusan JPU. 

"Kalau mereka banding ya kita akan banding, kita harus jalan. Karena kita punya asumsi siapa tahu nanti bisa sampai kasasi makanya kita harus ikuti terus apa yang menjadi manuver yang bersangkutan," kata Prasetyo.

Sementara itu, Kuasa hukum Aman, Asludin Hatjani, mengatakan pihak keluarga Aman memintanya tidak mengajukan hak banding. Sebab menurutnya, keluarga yakin ajal telah ditentukan oleh Allah. 

"Saya sebagai pengacara diminta oleh ustaz Oman untuk tak banding, keluarga sendiri hanya menyampaikan bahwa ajal itu sudah ditentukan oleh yang di atas, Allah SWT," kata Asludin.

Seperti yang kita ketahui, Aman terbukti terlibat dalam kasus Bom Thamrin. Kejadian itu terjadi pada Januari 2016. Meski Aman tidak ada di lokasi pengemboman, tapi Aman dinyatakan sebagai otak yang menggerakan para bomber tersebut. Saat itu, Aman mendekam di balik jeruji besi di LP Nusakambangan.

Selain itu, Aman juga  terbukti menggerakkan teror bom Gereja Oikumene di Samarinda pada 13 November 2016. Bom Thamrin pada Januari 2016, bom Kampung Melayu pada 24 Mei 2017 dan penusukan polisi di Sumut  25 Juni 2017 serta penembakan polisi di Bima pada 11 September 2017. 
 

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...