Otoritas Meksiko Tolak Kremasi Jasad COVID-19, Alasannya Terkait Kartel Narkoba
Foto: The Guardian

Otoritas Meksiko Tolak Kremasi Jasad COVID-19, Alasannya Terkait Kartel Narkoba

Kamis, 16 Apr 2020 | 17:10 | Khalied Malvino

Winnetnews.com -  Sejumlah negara merekomendasikan agar semua jasad pasien yang terinfeksi virus corona dikremasi. Namun tidak dengan Meksiko yang menentang adanya kremasi jasad korban COVID-19.

Mengutip Detik.com, Kamis (16/4), otoritas Meksiko mengeluarkan larangan kremasi jasad korban COVID-19. Ini dilakukan agar tidak menghalangi pencarian puluhan ribu orang yang hilang dalam kekerasan narkoba selama bertahun-tahun di negeri itu.

Keputusan tersebut mengubah pedoman yang sebelumnya diumumkan pemerintah terkait penanganan jenazah korban virus corona, yang mengimbau agar jasad korban sebaiknya dikremasi.

"Di negara di mana ada penghilangan paksa, sesuatu yang merupakan tragedi sosial yang monumental, ada hukum korban yang menyebutkan ini seharusnya tidak terjadi," kata pejabat senior kesehatan, Hugo Lopez-Gatell seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (16/4).

"Anda harus tetap membuka kemungkinan mencari orang-orang yang hilang itu setiap saat," kata pejabat itu, yang bertanggung jawab atas strategi anti-coronavirus pemerintah.

Dalam beberapa hari mendatang, Kementerian Kesehatan dan Kementerian Dalam Negeri akan menandatangani kesepakatan mengenai larangan kremasi.

Sejauh ini, Meksiko telah melaporkan lebih dari 5 ribu kasus infeksi virus corona, dengan 406 kematian.

Diketahui bahwa para korban pembunuhan oleh para kartel narkoba ataupun otoritas yang korup kerap menghilang tanpa jejak. Gelombang kekerasan di Meksiko sejak tahun 2006 itu telah menyebabkan lebih dari 60 ribu orang hilang.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...