Otto Ragu dengan Hasil Rekaman CCTV

Otto Ragu dengan Hasil Rekaman CCTV

Rabu, 10 Agt 2016 | 15:25 | Fellyanda Suci Agiesta

WinNetNews.com - Pengacara Jessica Kumala Wongso, Otto Hasibuan meragukan hasil rekaman CCTV yang menjadi salah satu bukti dalam persidangan. CCTV itu berisi rekaman di Café Olivier, dekat meja yang dipilih Jessica, meja nomor 54.

Otto beralasan CCTV yang telah diputar dipersidangan adalah hasil menggandakan beberapa rekaman CCTV lainnya.

"Pertama harus kita lihat dulu ya, yang diputar ini bukan CCTV yang asli. Ini katanya kan hasil double, bukan yang asli. Jadi apa kita bisa yakini kalau itu nggak asli," ujar Otto di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (10/8/2016).

Otto menambahkan bahwa hasil rekaman CCTV ini tidak bisa dijadikan patokan fakta, lantaran keterangannya hanya sebatas tafsiran subjektif dari apa yang ia lihat.

Beberapa yang dibantah Otto yaitu saat Muhammad Nuh Al Azhar selaku saksi ahli IT mengatakan Jessica mengambil sesuatu dari dalam tas.

"Jarinya saja nggak kelihatan, kok bisa bilang mengambil sesuatu. Kalo mengambil itu kan jari, bukan tangan. Tapi dia tafsirkan mengambil sesuatu, kan aneh," kata Otto.

Otto juga menuduh hasil rekaman CCTV yang menjadi bukti tersebut adalah hasil editing. Banyak adegan – adegan yang dihilangkan.

Namun Nuh membantah tuduhan Otto. Ia menegaskan bahwa rekaman CCTV yang ia peroleh bersih dari editing.

"Kita tidak menemukan adanya editing, tidak ada yang memasukkan frame di sana," ujar Nuh di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Nuh menerima flashdisk dari penyidik berupa 29 file rekaman CCTV Kafe Olivier. Untuk mengidentifikasi rekaman CCTV tersebut, ia menggunakan empat metodologi. Yakni analisa hase untuk memeriksa integrity suatu file, analisa metadata, analisa frame, dan analisa bitrate histogram.

 

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...