Ozil Dukung Muslim Uighur, Laga Arsenal Kontra City Diboikot Pemerintah China
Mesut Ozil. [Foto: wsj.com]

Ozil Dukung Muslim Uighur, Laga Arsenal Kontra City Diboikot Pemerintah China

Senin, 16 Des 2019 | 11:00 | Khalied Malvino

Winnetnews.com -  Tersimpan fakta mengejutkan kala laga Liga Primer Inggris yang mempertemukan Arsenal melawan Manchester City, Minggu (15/12). Meski Arsenal dilumat habis The Citizens tiga kali kebobolan tanpa balas, gelandang serang The Gunners, Mesut Ozil menjadi sorotan publik media sosial.

Pasalnya, Ozil yang berpaspor Jerman dan berdarah Turki tersebut menuai pro dan kontra pasca dirinya berkicau di Twitter. Ozil yang dikenal taat beribadah ini mengkritik kebijakan China yang mengintimidasi minoritas Muslim Uighur di Xinjiang.

"(Di China) Qur’an dibakar, masjid ditutup, sekolah teologi Islam-madrasah dilarang, cendikiawan dibunuh satu per satu. Terlepas dari itu semua, Muslim tetap diam," tulis Ozil di media sosialnya akhir pekan lalu, seperti dikutip CNBCIndonesia.com, Senin (16/12).

Sementara itu, juru bicara Arsenal mengatakan mereka belum akan memberikan pernyataan resmi terkait ini. Meski demikian, melalui akun resmi Arsenal di platform Weibo, klub ini mengatakan hal tersebut adalah komentar pribadi Ozil.

"Sebagai klub sepak bola, Arsenal selalu menganut prinsip tidak terlibat dalam politik," tulis akun itu.

Dampak cuitan Ozil, China menghapus siaran pertandingan Liga Premier Arsenal melawan Manchester City. Siaran tersebut seharusnya ditayangkan televisi China CCTV. Tapi dalam Twitter Global Times, sebagaimana dikutip Reuters, kekecewaan pemerintah dan penggemar menjadi alasan kenapa pertandingan sepak bola itu batal tayang.

Pernyataan Ozil sempat membuat marah netizen China. Bahkan di akun Weibo Arsenal, terdapat sebuah postingan balasan yang memperlihatkan jersey milik Ozil rusak parah karena digunting penggemar.

Asosiasi Sepak Bola China juga mengatakan marah dan kecewa.

"(Pernyataan Ozil) tidak pantas," kata pejabat asosiasi yang tidak disebut namanya sebagaimana dikutip Reuters dari harian China, The Paper.

"Komentar Ozil ... menyakitkan bagi penggemar di China ... juga melukai perasaan orang-orang China. Ini adalah sesuatu yang tidak bisa kami terima."

Dalam laporan PBB dan kelompok hak asasi manusia diperkirakan 1-2 juta etnis Uighur China telah ditahan di sejumlah kamp khusus di Xinjiang. Meski demikian China berulang kali membantah melakukan penganiayaan. Pemerintah mengatakan kamp tersebut hanya pusat pelatihan. [cnbc]

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...