Painkiller Bisa Pengaruhi Hasil Tes PSA Anda

Painkiller Bisa Pengaruhi Hasil Tes PSA Anda

WinNetNews.com-Selain pemeriksaan colok dubur guna meraba pembesaran prostat lewat dubur, tes darah PSA (Prostate-Specific Antigen/antigen khusus prostat) juga merupakan skrining kanker prostat yang direkomendasikan untuk pria di atas usia 50.

Tes darah tersebut bertujuan guna mengukur kadar protein yang dikeluarkan kelenjar prostat. Jika kadarnya tinggi, mengindikasikan kanker prostat. Namun peningkatan kadar PSA kadang juga bisa disebabkan pembesaran prostat, infeksi atau peradangan prostat.

Penelitian yang dirilis Nurse's Report mengatakan, konsumsi obat penghilang nyeri (painkiller) jenis tertentu bisa turunkan kadar PSA. Penelitian itu libatkan 1.000 pria yang konsumsi obat-obatan antiradang bersifat non-steroid (NSAID/Non-Steroidal Anti-Inflammatory Drug), contohnya aspirin dan ibuprofen. Mereka ternyata miliki kadar PSA 10% lebih rendah ketimbang pria yang tak konsumsi NSAID. Oleh sebab itu, jelang tes PSA, berkonsultasilah kepada dokter tentang obat apa saja yang sebaiknya dihindari supaya hasilnya akurat.

Perlu diingat, hingga sekarang belum ada penelitian yang sebutkan, painkiller dapat menurunkan risiko Anda terkena kanker prostat. Tetapi dengan deteksi dini kanker prostat, akibat yang fatal bisa dihindari.

Sumber:readerdigest.co.id

Foto: http://www.pbs.org