Pakar: Butuh Waktu Sampai 2023 untuk Ekonomi Indonesia Kembali Normal
Ilustrasi (Foto: ANTARA)

Pakar: Butuh Waktu Sampai 2023 untuk Ekonomi Indonesia Kembali Normal

Jumat, 30 Jul 2021 | 11:25 | Anggara Putera Utama

Winnetnews.com -  Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia butuh waktu hingga 2023 untuk bisa kembali ke level sebelum pandemi atau di angka sekitar 5 persen.

Ia pun setuju dengan pemangkasan yang dilakukan IMF terhadap proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pemangkasan itu, lanjut dia, sejalan dengan proyeksi ke bawah yang dilakukan lembaga lain.

“Saya prediksi downgrade outlook ini akan berlanjut sampai ada titik terang kapan PPKM akan berakhir dan ekonomi kembali dilonggarkan,” kata Bhima, dikutip dari Liputan6.com, Jumat (30/7).

Menurutnya, proyeksi ke bawah IMF akan mempengaruhi tingkat risiko, sehingga juga akan mempengaruhi outlook investor terhadap keputusan berinvestasi di Indonesia.

“Padahal, investasi yang diharapkan selain motor ekspor untuk meningkatkan serapan tenaga kerja dalam situasi sulit,” tuturnya.

Ia mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia butuh waktu yang cukup lama untuk bisa kembali ke keadaan normal seperti sebelum pandemi. Bhima menjelaskan pemerintah perlu bersiap menghadapi kondisi terburuk, seperti pemulihan ekonomi yang lebih lambat dari negara lain dengan tingkatnya yang setara.

“Mungkin butuh waktu sampai 2023 hingga pertumbuhan ekonomi kembali ke level prapandemi, yakni 5 persen,” katanya.

Untuk bisa memulihkan ekonomi lebih cepat, Bhima mengatakan pemerintah perlu menangani pandemi dengan lebih serius. Ia mengutip data dari Nikkei Recovery Index yang menempatkan Indonesia di urutan ke 110 dari 120 negara dalam hal pemulihan pandemi.

“Oleh karena itu, tidak ada pemulihan ekonomi yang cepat tanpa penanganan pandemi yang lebih serius. itu aturan pertama dan tidak bisa dibantahkan,” tutupnya.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...