(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Pakar Hukum: Kasus Setya Novanto Terkait Kode Etik, Bukan Pidana

Rani
Rani

Pakar Hukum: Kasus Setya Novanto Terkait Kode Etik, Bukan Pidana

WinNetNews.com - Status Menteri ESDM, Sudirman Said sebagai pelapor kasus "Papa Minta Saham" dipermasalahkan oleh anggota MKD baru yang berasal dari partai golkar. Tak hanya itu, anggota MKD dari partai Golkar beranggapan bahwa bukti rekaman yang diberikan oleh SUdirman juga dipermasalahkan.

Publik menilai anggota-anggota baru MKD utusan Golkar memiliki kedekatan dengan Setya Novanto, meskipun sang Ketua Umum Golkar dari Munas Bali, Aburizal Bakrie membantah hal itu.

Menurut pakar hukum Refly Harun, bukti rekaman tak bisa dipermasalahkan, karena kasus Novanto berada di ranah etik bukan pidana.

"Kita bicara soal kelakuan, kelakuan anggota DPR yang menyimpang. Jadi rekaman itu jadi bukti dari suatu laporan," kata Refly kepada wartawan, Senin (30/11/2015).

Menurut Refly, jika Sudirman Said melapor tanpa ada bukti, maka laporannya bisa disebut fitnah.

"Nanti kalau melapor tidak ada bukti dibilang fitnah. Setiap pelaporan kan harus ada buktinya. Kita bukan bicara proses penegakan hukum, ini soal etik. Ini adalah bentuk partisipasi masyarakat melaporkan kelakuan anggota DPR yang menyimpang," ulas Refly.

Baca juga artikel: Ganti Anggota MKD, Golkar Perkuat Posisi Partai

"Ini hanya soal kode etik, kalau bukti itu dipermasalahkan juga, maka tidak ada laporan," sambungnya.

Refly meminta MKD tak membuat alasan yang mengada-ngada. Yang harus jadi fokus di kasus dugaan pencatutan Presiden itu adalah Novanto sebagai terlapor, jangan malah mempersalahkan hal-hal tak substantif.

"Titik berat itu bukan pada pengadu, tapi yang diadukan. Pengadu nggak ada urusan. Namanya sidang MKD, kalau dianggap melakukan pelanggaran, tanpa pengaduan pun bisa disidangkan, kan begitu aturan di UU MD3. Jadi MKD jangan mengada-ada alasannya," pungkasnya.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});