Pakar Sarankan Face Shield Wajib Digunakan Sebagai Protokol Kesehatan
Foto: Tren Asia

Pakar Sarankan Face Shield Wajib Digunakan Sebagai Protokol Kesehatan

Rabu, 24 Jun 2020 | 09:16 | Anggara Putra Utama

Winnetnews.com -  Kepala Departemen Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Tri Yunis Miko Wahyono menilai protokol kesehatan yang diberikan pemerintah saat ini belum cukup mencegah penyebaran virus corona secara maksimal. Ia kemudian menyarankan Pemerintah Provinsi DKI menggunakan face shield atau pelindung wajah saat keluar rumah.

"Protokol umum yang sekarang diterapkan tidak cukup. Sebab, pemerintah telah menerapkan masa transisi saat wabah belum terkendali," kata Tri saat dihubungi, Selasa, 23 Juni 2020

Menurutnya, protokol kesehatan yang berlaku seperti penggunaan masker, menjaga jarak dan sering mencuci tangan masih sangat rentan terjadi transmisi penularan virus saat warga berada di luar. Sehingga diperlukan protokol kesehatan wajib tambahan untuk memaksimalkan penyebaran virus. 

"Jadi buat aturan baru dengan menambahkan kebijakan penggunaan face shield itu," ucapnya. Tri menuturkan telah menyampaikan langsung kepada Wakil Gubernur DKI Ahmad Riza Patria agar pemerintah menerapkan aturan baru penggunaan pelindung wajah itu, pada Sabtu kemarin.

Tri juga menjelaskan, Pemprov DKI sedang mempertimbangkan kebijakan tambahan tersebut. Selain itu, Tri juga telah mengingatkan bahwa DKI mempunyai tantangan dan tanggung jawab besar karena melepas kebijakan transisi saat enam kriteria dari organisasi kesehatan dunia (WHO) belum terpenuhi. "Sebab, wabah belum terkendali," ujarnya.

Hingga saat ini, menurut Tri DKI Jakarta masih mencatat kenaikan kasus yang tinggi, karena per hari masih lebih dari 100 kasus baru positif Covid-19. Berkaca di negara lain, seperti Cina dan Korea Selatan, baru berani membuka masa pembatasan sosial saat kasus sudah nol atau tidak ada penambahan baru.

Namun, Korea Selatan kembali menerapkan pembatasan saat wabah Covid-19 muncul kembali karena pembukaan sekolah. "Memang Gubernur DKI dapat tekanan ekonomi. Kalau Jakarta tutup yang mati Indonesia," kata Tri. "Makanya dari awal pusat memuji DKI bisa mengendalikan wabah agar DKI jadi wilayah yang dibuka di awal."

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...