(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Paket Ekonomi Diabaikan Pasar, Diprediksi Rupiah Masih Melemah

Muchdi
Muchdi

Paket Ekonomi Diabaikan Pasar, Diprediksi Rupiah Masih Melemah

Jakarta - Laju nilai tukar mata uang Garuda terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih berpotensi melemah Ujar Analis MNC Securities, Edwin Sebayang. Sebab, tidak ada stimulus yang menjadi angin segar untuk kurs rupiah dapat melangkah naik ke zona hijau.

Analis MNC Securities, Edwin Sebayang Mengatakan Pada penutupan kemarin, rupiah justru ditutup nyaris di level Rp14.700 per dolar AS, rupiah ditutup Rp14.691 per dolar AS.

"Dolar AS yang enggan turun di bawah level Rp14.600, malah justru ditutup mendekati level Rp14.700 per dolar AS," ujarnya di Jakarta, Jumat, 2 Oktober 2015.

Menurut Edwin, paket-paket kebijakan ekonomi yang diluncurkan pemerintah sebagai stimulus moneter cenderung diabaikan oleh pasar, sehingga laju rupiah terhadap dolar AS terus tenggelam di zona merah.

"Kembali, walaupun dua paket stimulus moneter sudah diluncurkan, bahkan paket stimulus moneter ketiga segera diluncurkan, market tampaknya mengabaikan paket stimulus tersebut," tuturnya.

Edwin memperkirakan, laju rupiah terhadap dolar AS hari ini akan berada di level Rp14.570-14.710 per dolar AS.

 

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});