Paket Jilid VIII, Bea Masuk Spare Part Pesawat 0%

Paket Jilid VIII, Bea Masuk Spare Part Pesawat 0%

WinNetNews.com - Menjelang tutup tahun, pemerintah kembali meluncurkan Paket Ekonomi VIII. Salah satu isi paket itu adalah mengenakan tarif bea masuk nol persen untuk spare part atau suku cadang pesawat.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian), Darmin Nasution menjelaskan, dengan tarif bea masuk nol persen itu maka pesanan suku cadang pesawat oleh perusahaan penerbangan dalam negeri lebih cepat sampai.

"Kita nol-kan saja bea masuknya sehingga tidak perlu rekomendasi dan perusahaan penerbangan bisa memperoleh spare part dengan cepat," ujar Menko Perekonomian Darmin Nasution saat mengumumkan Paket Ekonomi VIII di Kantor Presiden, seperti di lansir dari detikfinance, Jakarta, Senin, (21/12/2015).

Darmin menjelaskan, selama ini bea masuk suku cadang pesawat berkisar antara 5-10%, dan ada juga yang dikenakan 15%. Selain itu, karena sebagian besar suku cadang yang itu dibikin di luar negeri, aturan yang berlaku adalah Bea Masuk Ditanggung Pemerintah (BMDTP) dan diatur melalui Peraturan Menteri Perdagangan.

 

Cuma aturan BMDTP itu justru membuat suku cadang pesawat lebih lama jangka waktu masuknya karena harus mendapat rekomendasi terlebih dulu dari Kementerian terkait.

Oleh sebab itu, dalam Paket Ekonomi VIII ini bea masuknya nol persen agar perusahaan penerbangan segera menerima pesanan suku cadang tanpa perlu rekomendasi.

"Pemerintah berharap dengan kebijakan ini akan mempermudah pemeliharaan dan perawat pesawat," kata Darmin

Bukan itu saja, melalui kebijakan ini pemerintah juga mendorong lahirnya bisnis MRO (Maintenance, Repair, Overhaul) pesawat di dalam negeri. Termasuk juga jika ada maskapai asing yang ingin pemeliharaan dan perawatan pesawat di Indonesia.

"Syukur-syukur kita memiliki jasa MRO yang mampu bersaing dan membuka kesempatan maintenancepesawat luar di dalam negeri," tutur Darmin