(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Paket Kebijakan Ekonomi : Pendorong Masuknya Investasi

Muchdi
Muchdi

Paket Kebijakan Ekonomi :  Pendorong Masuknya Investasi
 WinNetNews.com - Deregulasi kebijakan ekonomi mampu mendorong masuknya investasi ke Indonesia Hal ini di yakini Menteri Perindustrian Saleh Husin . Dengan demikian diharapkan mampu menggerakkan aktivitas industri dan menciptakan lapangan kerja.

Investasi ke sektor industri pengolahan non-migas misalnya, merupakan penanaman modal jangka panjang dan mendorong terjadinya efek berantai termasuk pembangunan daerah dan infrastruktur, Ujar Menteri Perindustrian Saleh Husin.

Menteri Perindustrian Saleh Husin dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (8/10/2015). Mengatakan "Pemerintah selalu mendukung kemudahan dalam penanaman modal karena berdampak langsung dan segera ke pengembangan industri. Semua regulasi atau peraturan-peraturan yang menghambat akan dihapus, dicabut, direvisi atau dikaji lagi,"

Saleh mengungkapkan, pemerintah telah menggulirkan dua paket kebijakan ekonomi yang antara lain mempersingkat waktu pengurusan izin investasi di kawasan industri menjadi hanya 3 jam pada September 2015. Pemerintah juga memangkas tahap perizinan di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dari 14 menjadi 6 tahap.

"Selanjutnya, percepatan aktivitas ekonomi akan dipacu melalui paket kebijakan ketiga," kata dia.

Selain itu, pengurusan tax allowance yang semula diselesaikan maksimal 28 hari menjadi 25 hari. Sedangkan pengurusan tax holiday diselesaikan maksimal 45 hari.Pemerintah juga menerbitkan PP 69/2015 yang membebaskan impor alat angkut kereta api, galangan kapal, pesawat termasuk suku cadangnya dari PPN.

Kementerian Perindustrian sendiri telah menyusun Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) Tahun 2015-2035 dengan visi pembangunan industri yaitu menjadi negara industri tangguh ke depan, industri hulu dan industri antara berbasis sumber daya alam terus dikembangkan dan dibarengi dengan pengendalian ekspor bahan mentah dan sumber energi.

Serta mengembangkan kawasan industri di 14 lokasi di luar Jawa dan 22 sentra industri kecil dan menengah. Populasi industri diharapkan tercipta hingga 9 ribu usaha industri berskala besar dan sedang yang 50 persennya di luar Jawa, serta tumbuhnya industri kecil sekitar 20 ribu unit usaha.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});