Palangkaraya: Industri Perhotelan dan Restoran Turun Omzet Secara Masif

Rani
Rani

Palangkaraya: Industri Perhotelan dan Restoran Turun Omzet Secara Masif
WinNetNews.com - Kabut asap yang melanda provinsi Kalimantan selama dua bulan terakhir cukup menganggu kehidupana masyarakat setempat. Tak hanya kesehatan masyarakat yang terancam, roda perekonomian di sana pun berjalan tak semestinya.

Di Palangkaraya, industri perhotelan dan restoran secara masif mengalami penurunan omzet. Pendapatan kedua jenis usaha tersebut turun hingga mencapai 40 persen. Para pekerja terpaksa dirumahkan. Hal ini akan terus terjadi selama kabut asap masih menyelimuti provinsi Kalimantan Tengah.

Baca juga artikel: Ahok: PNS DKI yang Sudah Pakai Mobil Dinas, Tak Boleh Ambil Uang Transport

Dilansir dari harian kompas, "Secara detail jumlah kerugian belum disebutkan karena kabut asap masih pekat. Yang pasti pendapatan anjlok 25-40 persen," Kata Sekretaris Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Kalimantan Tengah, Yusuf Kawaru.

Di Kalimantan Tengah sendiri, terdapat 336 hotel dan restoran yang tersebar di 14 kabupaten/kota. Banyak orang lebih memilih untuk bertahan di dalam rumah selama kabut asap melanda provinsi Kalimantan. Hal ini mengakibatkan pengunjung hotel dan restoran yang ada di sana menjadi sepi.

Di Pujasera omzet yang biasanya Rp 4 juta turun menjadi 1 juta per hari. Jumlah karyawan yang biasanya 10 orang dikurangi menjadi 6 orang. Tak hanya itu tamu yang datang ke Palangkaraya juga merosot. Biasanya penerbangan yang datang biasanya 975 kali, pada Agustus 2015 hanya berjumlah 926 kali.

Simak artikel menarik: Trailer Review: “3” Drop Death Action Movie from Indonesia

Hingga senin (05/10) jarak pandang di kota Palangkaraya hanya 200-300 meter pada siang hari. Warga setempat pun kian jarang keluar rumah demi menghindari terpapar udara kotor yang membahayakan kesehatan masyarakat.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});