Palestina Kecam Cabut Perjanjian Damai Jika Israel Lakukan Ini

Khalied Malvino
Khalied Malvino

Palestina Kecam Cabut Perjanjian Damai Jika Israel Lakukan Ini Mahmoud Abbas (kiri) dan Benyamin Netanyahu (kanan) dalam sebuah pertemuan resmi. (Foto: Al-Jazeera)

Winnetnews.com - Rencana Perdana Menteri (PM) Israel, Benyamin Netanyahu untuk menguasai sebagian Tepi Barat, tepatnya Lembah Yordan, Laut Mati, mendapat kecaman Presiden Palestina, Mahmoud Abbas. Ia mengancam akan mengakhiri perjanjian damai jika Netanyahu nekat mencaplok sebagian Tepi Barat tersebut.

"Kami memiliki hak untuk membela hak-hak kami dan mencapai tujuan kami dengan segala cara yang tersedia, apa pun hasilnya, karena keputusan Netanyahu bertentangan dengan legitimasi internasional dan hukum internasional," ucap Abbas, seperti dilansir Sindonews.com dari Xinhua, Rabu (11/9/2019).

Hal senada juga disampaikan Sekretaris Jenderal Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), Saeb Erekat, yang memperingatkan rencana Netanyahu untuk mencaplok bagian dari Tepi Barat yang diduduki akan mengubur setiap peluang perdamaian antara Palestina dan Israel.

"Jika Netanyahu diizinkan menerapkan rencananya untuk mencaploknya, dia akan berhasil mengubur setiap peluang perdamaian antara Palestina dan Israel. Israel dan komunitas internasional harus menghentikan kegilaan semacam itu," ungkap Saeb.

Sementara itu, Perdana Menteri (PM) Palestina Mohammad Ishtaye, mengecam Netanyahu dengan menyebutkan sebagai perusak proses perdamaian.

Lembah Yordan yang memiliki luas 2.400 km persegi, yang menyumbang hampir 30 persen dari wilayah Tepi Barat, dianggap strategis baik dalam hal keamanan maupun pertanian.

Jika Netanyahu bergerak untuk mencaplok sebagian dari Tepi Barat, itu akan menjadi perubahan besar dari kebijakan lama Israel dan diprediksi akan memancing kecaman luas dari dunia internasional.

Apa Reaksi Kamu?