Palmerston, Pulau Terpencil yang Dihuni Oleh Satu Keturunan

Palmerston, Pulau Terpencil yang Dihuni Oleh Satu Keturunan

Kamis, 21 Apr 2016 | 14:26 | Fellyanda Suci Agiesta

WinNetNews.com - Pulau sepi yang tidak berpenghuni memang memberikan kita ketenangan dari riuhnya suasana perkotaan. Ditambah lagi pulau ini memang jarang sekali dikunjungi membuat Palmerston menjadi tampak bersih dan luas. Yang unik dari pulau ini bukan karena bentuk pulaunya, melainkan satu-satunya Pulau yang dihuni oleh satu keturunan.

Awalnya pulau ini ditemukan oleh Kapten Cook pada tahun 1777, namun ditinggalkan kembali sekitar satu abad. Pada tahun 1860, datanglah seorang tukang kayu dan pembuat kapal bernama William Marsters. Sebuah pulau indah yang terletak sangat terpencil di Samudera Pasifik, tepatnya di Kepulauan Cook, sekitar 3.200 km dari Selandia Baru. Detailnya, terdiri dari pulau-pulau kecil dimana enam dari mereka berukuran besar, yakni Palmerston, Pulau Utara, Lee To Us, Leicester, Primrose, Toms, dan Cooks. Tak kalah unik, enam bagian tersebut terhubung laguna menyatu membentuk area seluas 56 km persegi di tengahnya.

image0

Karena William sangat terpikat dengan pulau ini, akhirnya ia memutusakn untuk datang kembali dengan membawa istri dan juga sepupunya. William memiliki 3 istri dan 17 orang anak. Mereka bermukim disana dan membangun rumah, sekolah serta gereja untuk keperluan keluarga mereka. Dan saat ini, kurang lebih 62 keluarga yang bermukim disana.  

image1

Pulau tersebut dikelola oleh Pemerintah Kepulauan Cook di bawah yurisdiksi Selandia Baru. Namun demikian, pada tahun 1954 keluarga itu diberikan kepemilikan penuh pulau tersebut. Pulau Pasifik kecil ini tidak memiliki bandara dan dikunjungi kapal kargo hanya dua kali dalam setahun.

Bagi para wisatawan, karena tidak ada hotel yang tersedia disana, maka penduduk setempat menyiapkan Homestay  untuk penginapan wisatawan. 

 

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...