Pantau Dengan CCTV, Di Purwakarta Dilarang Berpacaran

Nadia Chevina
Nadia Chevina

Pantau Dengan CCTV, Di Purwakarta Dilarang Berpacaran

Wingamers – Memasuki bulan Oktober ini, terdapat pemandangan berbeda di desa-desa di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Hampir setiap perbatasan desa dipasang kamera-kamera pengawas atau CCTV. Tapi pemasangan CCTV ini tidak semata-mata untuk mengawasi keadaan desa jika dalam situasi tidak menguntungkan, seperti perampokan dan lainnnya. Ternyata ada hal khusus yang melatarbelakangi dipasangnya CCTV ini, yaitu untuk melihat apakah ada warga yang berusia di atas 17 tahun berpacaran di atas jam 21.00 WIB.

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, mengatakan bahwa, ini adalah bagian dari peraturan bupati mengenai desa berbudaya agar warga Purwakarta kembali ke budaya Sunda yang sesungguhnya. Bila sepasang orang dewasa tertangkap melanggar aturan tersebut baik melalui kamera pengintai maupun oleh polisi yang sedang berpatroli, maka mereka akan diberi teguran tertulis. Dan apabila sudah tiga kali ditegur, maka pada ke empat kalinya, pasangan tersebut akan dibawa ke balai musyarawah desa.

Melansir dreamersradio, Dedi Mulyadi mengatakan, "Nah di balai musyawarah desa atau balai budaya desa itu nanti dirumuskan kategori-kategorinya. Kan nanti ada kategori yang sudah siap menikah, dan kategori yang belum siap menikah. Dan ada kategori yang kecelakaan menikah gitu loh."

"Kategori kecelakaan menikah berarti ada aspek prosedur adat yang terlanggar yakni berhubungan badan di luar pernikahan. Kalau sudah melanggar prosedur adat, maka mereka wajib menikah," ungkap Dedi.

Bagi mereka yang bersikeras tidak ingin menikah, maka akan dikeluarkan dari desa karena berarti sudah tidak bersedia mengikuti aturan yang berlaku di desa tersebut. Namun, Dedi menjelaskan, bagi pelanggar aturan yang belum berhubungan badan dapat dikenakan sanksi seperti kerja bakti atau pun membersihkan halaman.

Dari 183 desa di Purwakarta, sudah ada 150 desa yang menyatakan mengikuti peraturan tersebut. Selain dilarang berpacaran di atas jam 21.00 WIB bagi orang dewasa, warga yang berumur di bawah 17 tahun memang dilarang pacaran, kata Bupati Dedi Mulyadi.

 

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});