Para Ahli Berlomba-lomba Membuat Vaksin Zika

Para Ahli Berlomba-lomba Membuat Vaksin Zika

Selasa, 9 Feb 2016 | 15:13 | Nadia Chevina
WinNetNews.com - Kini para ahli tengah berlomba untuk menciptakan sebuah vaksin untuk melawan virus Zika. Namun, ini tidak akan tersedia untuk masyarakat dalam waktu beberapa tahun, karena diperlukan waktu cukup lama untuk bisa menghasilkan obat yang bisa digunakan langsung.

Dr Anthony Fauci, direktur US National Institute of Allergy and Infectious Disease mengatakan dalam briefing di Gedung Putih bahwa langkah-langkah awal tengah dikerjakan. Tapi, ia memperingatkan para ahli kesehatan bahwa vaksin tidak akan tersedia secara luas selama beberapa tahun.

Sampai saat ini, setidaknya ada 12 kelompok yang sedang bekerja untuk mengembangkan vaksin Zika. Organisasi Kesehatan Dunia WHO pun mengatakan pentingnya membangun jalur peraturan percepatan inovasi ini.

Dengan belum adanya vaksin Zika atau obat-obatan yang disetujui bahkan menjalani uji klinis, para ilmuwan dan produsen obat hanya bisa berperan dalam memerangi perkembangan nyamuk yang menyebabkan lonjakan kelahiran cacat mikrosefalus di Brasil.

Namun, infeksi Zika mirip dengan demam berdarah, demam kuning, dan virus West Nile, yang vaksinnya sudah ada atau sedang dikembangkan. Dengan demikian, para ilmuwan pun berharap mereka dapat mencoba pendekatan serupa terhadap bahaya terbaru ini.

Beberapa perusahaan bioteknologi dan farmasi tengah berlomba untuk mengembangkan vaksin Zika, termasuk Sanofi dari Perancis yang sudah memiliki vaksin untuk penyakit demam berdarah dengue.

Tetapi para ilmuwan masih relatif sulit menyelidiki Zika dan menemukan jalan untuk mengembangkan langkah pencegahan terhadap penyakit ini. Hal ini karena kelompok yang dipandang sebagai yang paling berisiko adalah wanita hamil.

Beberapa penelitian juga sedang dilakukan untuk membuat obat-obatan profilaksis terhadap Zika, yang akan bekerja dengan cara yang sama seperti obat-obatan untuk mencegah masyarakat mengidap malaria.

Dilansir dari laman dailymail

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...