Para Jurnalis Turut Jadi Korban Saat Demonstrasi George Floyd di AS
Seorang jurnalis yang tengah meliput aksi unjuk rasa di Amerika Serikat terkait isu rasisme usai George Floyd tewas oleh aparat keamanan Minneapolis. (Foto: Raw Story)

Para Jurnalis Turut Jadi Korban Saat Demonstrasi George Floyd di AS

Rabu, 3 Jun 2020 | 15:55 | Khalied Malvino

Winnetnews.com - Wartawan asal Rusia mengalami tindak kekerasan di Amerika Serikat (AS) saat meliput aksi demo atas kematian George Floyd

Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Rusia menuntut agar AS "mengambil tindakan segera" untuk menghentikan kekerasan polisi terhadap wartawan.

"Kami marah atas kekerasan yang sedang berlangsung yang digunakan oleh penegak hukum Amerika terhadap media internasional yang meliput protes di AS, termasuk Rusia," kata Kemenlu Rusia dalam pernyataannya seperti dilansir AFP, Rabu (3/6).

"Kami menuntut agar otoritas AS mengambil langkah-langkah mendesak untuk mencegah wartawan menjadi sasaran impunitas polisi," tambahnya, dikutip dari Detik.com, Rabu (3/6).

Kemenlu Rusia mengatakan bahwa seorang produser yang bekerja untuk media pemerintah Sputniknews, Nicole Roussell terluka saat meliput aksi demonstrasi George Floyd di Washington DC. Polisi AS menembakkan peluru karet dan sebuah granat untuk membubarkan aksi protes di sana.

Kemenlu Rusia mengatakan Roussell menerima "banyak luka-luka, termasuk serangan dari senjata api," dan kemudian diinjak oleh seorang perwira. Pihak Kemenlu Rusia mengutuk tindakan ini sebagai "tindakan tidak ramah oleh otoritas AS."

"Kekejaman yang keterlaluan dan ilegal" terjadi tepat di luar Gedung Putih, tambahnya.

Sejumlah insiden yang melibatkan kekerasan polisi terhadap wartawan - selama siaran langsung - telah terjadi saat aksi protes yang mengguncang Amerika Serikat usai kematian seorang pria kulit hitam, George Floyd di tangan polisi yang menangkapnya pada Senin (28/5).

Jerman sebelumnya juga mendesak AS untuk melindungi kebebasan pers usai seorang jurnalis yang bekerja di media Jerman, DW dilaporkan ditembak oleh polisi.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...