Partai Gelora, ‘Barisan Sakit Hati’ PKS Plus Deddy Mizwar
Deklarasi Partai Gelora di Kemang, Jakarta Selatan, Minggu (10/11). [Foto: Tribunnews.com]

Partai Gelora, ‘Barisan Sakit Hati’ PKS Plus Deddy Mizwar

Senin, 11 Nov 2019 | 08:52 | Khalied Malvino

Winnetnews.com - Ada yang baru dari Fahri Hamzah dan Anis Matta pasca hengkang dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Mereka berdua membentuk partai baru, namanya Partai Gelombang Rakyat (Gelora) di Kemang, Jakarta, Minggu (10/11).

Secara aklamasi, dua inisiator tersebut langsung menjabat sebagai ketua dan wakil ketua yang masing-masing diisi oleh Anis Matta sebagai Ketua Umum Partai Gelora dan Fahri Hamzah sebagai Wakil Ketua Umum Partai Gelora.

“Sekjen-nya Pak Mahfudz Sidik, Bendahara Umum-nya adalah Pak Ahmad Riyaldi. Kami berempat ini memang pernah menjadi anggota DPR," kata Fahri seperti dilansir Detik.com.

Fahri mengatakan struktur lain dalam kepengurusan partai terus berkembang hingga ke daerah. Namun, ia belum menyebutkan siapa punggawa-punggawa Partai Gelora lainnya.

"Kemudian struktur lainnya juga berkembang, termasuk kemarin pendiri terus berkembang, misalnya ada Pak Deddy Mizwar. Pokoknya nanti banyak pengurus, ada tokoh-tokoh lain akan masuk. Terus terang kami nggak mau gembar-gembor dulu, ini partai kita mulai dengan low profile. Yang penting adalah penguatan struktur sampai ke daerah, ke wilayah kita perkuat," ujarnya.

Fahri juga belum mengungkapkan posisi Deddy Mizwar dalam kepengurusan Partai Gelora. Namun, Fahri menyebut Deddy Mizwar ingin 'kerja' atau terlibat langsung di Partai Gelora.

"Beliau sambil jalan kita obrolin. Dia pingin kerja, kata dia begitu. Dia bilang 'saya nggak mau sekadar simbolik, saya mau kerja'. Nah jadi banyaklah. Dia kan orang seni, content creator, dia kan sutradara, tentu banyak tempatlah buat dia. Dia bilang dia mau kerja. Dia nggak mau sekadar simbolik, dia pengen kerja juga, ya udah itu nanti kita lihatlah," jelas Fahri.

Fahri juga mengaku sempat ditawari mengakuisisi partai yang tidak lolos ke parlemen dan tinggal mengganti pengurusnya. Namun, Fahri menyebut para pendiri Partai Gelora menolak karena ingin berjuang dari nol.

"Kami mau berjuang dari nol. Makanya ini seluruh pengurus struktur wilayah sampai 34 provinsi betul-betul dimulai dari nol. Ini tidak ada ngambil struktur partai lain, ini murni kita dari bawah sampai ke tingkat atas. Dan aktanya ini akta baru, akta yang murni baru yang merupakan ikhtiar dan upaya kita sendiri," sebut Fahri.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...