Parto: Kisah Hidup Budi Anduk, Dari Asisten Artis Hingga Sukses Miliki Acara Sendiri

Parto: Kisah Hidup Budi Anduk, Dari Asisten Artis Hingga Sukses Miliki Acara Sendiri

Selasa, 12 Jan 2016 | 11:42 | Liani
WinNetNews.com - Nama Budi Anduk cukup populer bagi pemirsa televisi, terutama lewat komedi-komedi kocaknya saat muncul di program TV. Namun demikian nama besarnya tersebut tak didapat dengan mudah. Setelah lulus kuliah di UI pada tahun 1991, Budi Anduk sempat bekerja sebagai seorang asisten artis di tahun 1994.

Selama 10 tahun ia menjalani pekerjaannya itu, dan langkahnya di dunia selebriti pun mulai terbuka. Budi sempat dipercaya untuk menjadi koordinator penonton dalam acara komedi Patrio yaitu Ngelaba dan muncul sebagai figuran. Akhirnya Budi pun mendapat program yang tepat untuknya, dan namanya mencuat lewat Tawa Sutra yang tayang di ANTV.

"Budi sudah ikut lama dengan saya dari mulai asisten di tahun 1994. Terus jadi koordinator penonton di Ngelaba. Sepuluh tahun dia ikut, habis itu dia jalan sendiri karena sudah mulai punya acara," ungkap Parto Patrio tentang sosok pekerja keras tersebut, di RS Dharmais, Jakarta Barat, Senin (11/01/2016).

Patro sempat memohonkan maaf, jika selama hidupnya Budi Anduk pernah berbuat salah dan menyakiti orang lain. Komedian tersebut mengaku tahu Budi sakit sejak lebaran tahun 2015 silam.

Baca Juga : Mendengar Budi Anduk Meninggal, Arie Untung, Parto, dan Tarzan Berderai Air Mata

Sebelum Budi meninggal, Parto pun berusaha untuk menyelamatkan dan membawanya ke rumah sakit dengan menyewa ambulan. Namun Budi Anduk cukup keras kepala, akhirnya Senin (11/01/2016) sekitar pukul 14.45 WIB nyawanya sudah tak bisa diselamatkan.

Sementara terkait Budi yang lebih memilih pengobatan alternatif daripada ke dokter, Parto pun kurang tahu alasannya. "Wallahu alam, hanya dia yang tahu. Dia bilang udah lah tenang nanti juga sembuh," tuturnya.

Kini Budi Anduk telah disemayamkan di TPU Kampung Kemang, Jaticempaka, Jatiwaringin, Bekasi, tepatnya sejak Senin (11/01) malam. Lokasi tersebut dipilih atas pertimbangan keluarga. "Ibunya dikubur di sana (TPU Kampung Kemang). Atas permintaan istrinya juga," tandas Parto.

Dilansir dari laman kapanlagi 

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...