Skip to main content

Pasal Inkonstitusional Ditemukan Dalam RUU Pemilu

Pasal Inkonstitusional Ditemukan Dalam RUU Pemilu
Pasal Inkonstitusional Ditemukan Dalam RUU Pemilu

WinNetNews.com - Pegiat pemilu menemukan 22 pasal di dalam Rancangan Undang-Undang Pemilu yang bertentangan dengan konstitusi. Keseluruhan pasal itu bertentangan dengan sejumlah putusan Mahkamah Konstitusi terhadap beleid pemilu edisi sebelumnya.

“Mengapa inkonstitusional? Pasal-pasal tersebut sudah pernah dibatalkan Mahkamah Konstitusi, tapi di dalam draf yang diserahkan ke DPR malah pemerintah selipkan supaya dihidupkan kembali,” ujar Ketua Konstitusi dan Demokrasi Inisiatif Veri Junaidi di Jakarta, kemarin.

Secara umum, seluruh pasal yang tidak senapas dengan putusan Mahkamah Konstitusi itu terbagi ke dalam sembilan permasalahan. Berbagai isu tersebut terkait dengan penyelenggara, syarat calon, sistem kepemiluan, keterwakilan perempuan, dan syarat pengajuan calon presiden oleh parpol. Isu krusial lainnya merupakan larangan kampanye di masa tenang, sanksi kampanye, pemilu susulan, dan putusan etik Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu.

“Mestinya draf RUU Pemilu nantinya menghasilkan produk aturan yang tangguh, bukannnya malah menghasilkan UU yang rapuh karena banyak pasal inkonstitusional yang menjadi celah gugatan,” kata Veri

“Ini menjadi bukti sebenarnya pemerintah tidak punya kesiapan untuk menyimplifikasi aturan dan tidak berpegang kepada putusan MK dalam menyusun RUU Pemilu,” ujar Veri.

Kode Inisiatif mencatat terdapat 111 gugatan tentang kepemiluan di Mahkamah Konstitusi pada rentang 2003-2016. Banyaknya angka uji materi terhadap UU merupakan parameter untuk mengukur kualitas substansi UU Pemilu yang dibuat pemerintah dan DPR. Semakin banyak gugatan berarti semakin banyak celah inkonstitusional.

“Harapannya tentu kita ingin DPR dan pemerintah merevisi pasal-pasal itu supaya sejalan dengan putusan MK,” ujar Peneliti Konstitusi danDemokrasi Inisiatif Adelline Syahda.

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top