Pasar Properti 2016 Akan Meningkat

Pasar Properti 2016 Akan Meningkat

Senin, 1 Feb 2016 | 19:04 | Muhammad Takdir
WinNetNews.com - Para pengembang properti, pengamat, dan konsultan properti menilai bahwa tahun 2015 merupakan titik terendah dalam bisnis properti. Hal itu terlihat dari banyaknya developer yang tidak memenuhi target penjualan selama tahun tersebut.

Miringnya industri properti digadang-gadang karena karena dampak melemahnya ekonomi nasional. Selain itu, sejumlah kebijakan pemerintah dianggap belum berpihak kepada membaiknya pasar properti di dalam negeri.

Lalu bagaimana dengan pasar properti pada tahun 2016?

Sebagian pengembang mengaku bisnis properti tahun 2016 bakal membaik sekaligus menjadi titik awal kebangkitan bisnis properti. Bahkan, mereka yang optimistis melihat bahwa booming properti menanti pada 2018.

Hasil kajian Pusat Studi Properti Indonesia (PSPI) menyebutkan bahwa ada beberapa hal yang bisa membuat sektor properti bertumbuh pada 2016.

 

Pertama, kebijakan relaksasi pemerintah untuk sektor kredit properti melalui loan to value (LTV) yang berlaku efektif Juli 2015 akan sangat terasa pada kuartal I/2016.

Kedua, kredit properti tumbuh 15% lebih tinggi dibanding tahun lalu, termasuk kredit konstruksi, real estat, dan kredit pemilikan rumah atau apartemen.

Ketiga, rendahnya tingkat inflasi dan suku bunga (BI Rate) yang diperkirakan bakal turun. Percepatan realisasi pembangunan infrastruktur ikut membantu bangkitnya sektor properti. Pada gilirannya, perekonomian pun ikut terdongkrak menjadi sekitar 5,3 % hingga 6 %.

“Daya beli masyarakat mulai meningkat, karena punya kemampuan lebih untuk membeli hunian dan jenis properti lainnya,” kata Direktur Eksekutif PSPI Panangian Simanungkalit, di Jakarta, baru-baru ini.

(seperti dilansir dari Berita Satu)

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...