Pasca Ledakan Beirut, Muncul Pro Kontra Bantuan Israel dan Aksi Solidaritas Lebanon di Tel Aviv
Bendera Lebanon terpampang jelas di jantung ibu kota Tel Aviv, Israel. (Foto: Voz Iz Neias)

Pasca Ledakan Beirut, Muncul Pro Kontra Bantuan Israel dan Aksi Solidaritas Lebanon di Tel Aviv

Kamis, 6 Agt 2020 | 10:15 | Khalied Malvino

Winnetnews.com -  Bendera Lebanon yang identik dengan warna merah menghiasi Balai Kota Israel di Tel Aviv, Rabu (5/8) malam waktu setempat. Ini merupakan serangkaian aksi solidaritas dan simpati atas ledakan Beirut yang kini tercatat sudah menewaskan 135 orang.

Aksi damai ini terbilang kontradiktif karena sejarah panjang Israel dan Lebanon yang menjadi musuh bebuyutan. Bahkan hal itu dipertegas Wali Kota Tel Aviv, Ron Huldai melalui akun Twitternya yang menyatakan aksi damai ini sebagai wujud kemanusiaan.

"Kemanusiaan mendahului konflik apa pun, dan hati kami bersama rakyat Libanon setelah bencana mengerikan yang menimpa mereka," tulis Huldai melansir CNN Indonesia, Kamis (6/8).

Puluhan warga Israel yang berlalu-lalang di Lapangan Rabin menikmati cahaya lampu berwarna putih, merah, dan hijau yang menyelimuti gedung Balai Kota Tel Aviv. Lampu-lampu tersebut mulai menyala pukul 19.55 waktu setempat.

Salah seorang warga Tel aviv, Russel,mengatakan kepada AFP bahwa ia merasa sangat bangga tinggal di kota tersebut.

"Orang-orang yang tidak bersalah terbunuh dan duka cita kami ada bersama mereka. Ini tidak ada hubungannya dengan politik. Ini tidak ada hubungannya dengan konflik perbatasan," ujar Russel.

"Ini hubungan antar-manusia dan Tel Aviv adalah kota yang mencintai manusia dan warganya," sambungnya.

Meski begitu, tidak semua warga Israel mendukung aksi solidaritas tersebut. Dikutip AFP, Menteri Israel untuk Urusan Yerusalem, Raffi Peretz justru mengecam tindakan pemerintah kota Tel Aviv tersebut.

Menurut politikus Partai Rumah Yahudi beraliran sayap kanan itu, memasang bendera Lebanon yang merupakan musuh Israel adalah kebingungan moral.

"Mungkin perlu memberikan bantuan kemanusiaan kepada warga sipil yang terluka di Lebanon, tetapi mengibarkan bendera musuh di jantung Tel Aviv adalah kebingungan moral," kata Peretz di Twitter seperti dikutip AFP.

Israel dan Lebanon secara teknis masih berperang. Insiden ledakan di Pelabuhan Beirut terjadi ketika milisi Syi'ah Hizbullah di Lebanon kembali terlibat bentrokan dalam beberapa pekan terakhir.

Hizbullah dan Israel bertempur dalam konflik selama 30 hari pada 2006 lalu. Saat itu, Israel sempat meluncurkan serangan udara ke Lebanon hingga menimbulkan kerusakan infrastruktur yang hebat. Perang tersebut menewaskan 1.200 warga sipil Lebanon dan 160 warga Israel.

Meski merupakan musuh bebuyutan, pemerintah Israel tetap menawarkan bantuan terhadap Lebanon pasca-ledakan. Beberapa jam setelah tragedi di Beirut, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu telah menawarkan bantuan ke Lebanon melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Berbicara di depan parlemen Israel pada Rabu, Netanyahu menyampaikan "belasungkawa kepada rakyat Lebanon". Ia mengatakan Israel tetap siap menawarkan bantuan kemanusiaan kepada korban terdampak ledakan Beirut yang sampai saat ini belum diketahui pasti penyebabnya.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...