Pasca Meninggalnya Jonghyun SHINee & Sulli, Netizen Desak SM Entertainment Lebih Perhatikan Kondisi Mental Artis-Artisnya

Nisa Diniah
Nisa Diniah

Pasca Meninggalnya Jonghyun SHINee & Sulli, Netizen Desak SM Entertainment Lebih Perhatikan Kondisi Mental Artis-Artisnya Foto: Pinterest

Winnetnews.com - Publik Korea dan para penggemar K-Pop di seluruh dunia saat ini tengah berduka dengan kabar meninggalnya Sulli. Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, Sulli ditemukan meninggal dunia di apartemennya yang berlokasi di Seongnam. Menurut pihak kepolisian, Sulli ditemukan sudah tidak bernyawa setelah menggantung dirinya dari lantai dua apartemen.

Sontak, banyak netizen Korea yang mengaku kaget dengan berita tersebut. Banyak netizen melontarkan berbagai reaksi shock dan mengkritik netizen lain yang selama ini sudah memberikan komentar negatif terhadap Sulli hingga membuatnya depresi. 

Di sisi lain, netizen juga mulai mengkhawatirkan kondisi kesehatan mental para artis SM Entertainment mengingat kematian Sulli bukan kasus bunuh diri pertama. Sebelumnya, Jonghyun SHINee juga mengakhiri hidupnya dengan memilih untuk bunuh diri.

Jonghyun ditemukan tak sadarkan diri di apartemennya di kawasan Cheongdam-dong, bagian selatan Seoul, sekitar pukul 18.10 waktu setempat pada 18 Desember 2017. Dia bunuh diri akibat keracunan gas karbonmonoksida dari briket batu bara. Ada persamaan alasan kematian Sulli dan Jonghyun, keduanya diduga mengalami depresi dan kondisi mental yang tak stabil.

Seperti yang diketahui, SM Entertainment menaungi banyak grup-grup K-Pop sukses seperti TVXQ, Super Junior, SNSD, SHINee, f(x), EXO, Red Velvet hingga NCT. Melihat hal ini, netizen mulai khawatir dengan idola mereka yang bernaung di SM Entertainment.

Netizen mendesak SM Entertainment untuk lebih memperhatikan kondisi para artisnya. Beerikut ini beberapa komentar netizen Korea di situs Nate: 

"SM, jangan perlakukan artis kalian dengan baik hanya saat mereka menghasilkan uang untuk kalian. Kalianlah yang seharusnya tahu lebih baik daripada siapa pun betapa sulitnya, kotor, dan kasarnya industri ini... harap lebih memperhatikan kesehatan mental artis kalian," kata seorang netter.

"Apakah SM tidak merawat anak-anak mereka??????," tutur netter lain.

"Dari tiga agensi terbesar, mereka (SM) adalah agensi paling tenang dengan skandal paling sedikit, namun mereka menderita hal terburuk yang terjadi," seru netter lain.

"Masalah YG adalah sebaliknya karena mereka terlalu melindungi anak-anak mereka," sambung netter lain.

"Aku perhatikan bahwa SM memiliki kecenderungan untuk mempertahankan artis mereka di atas tanpa mengakhiri kontrak apapun tetapi jika kalian akan melakukan itu, tolong terus merawat mereka dan memberi mereka perhatian yang mereka butuhkan. Menyimpan kontrak mereka bukan satu-satunya cara untuk merawat artis kalian," tambah netter lain.

"Pada titik ini, aku lebih suka agensi yang menggunakan obat-obatan daripada agensi yang membuang nyawa. Hal ini sangat menghancurkan hatiku. Kepalaku sakit karena kejutan berita ini," komentar netter lain.

"Wow ... lihat netizen ini mencoba menyalahkan SM tanpa memikirkan apa yang telah mereka lakukan. Sulli meninggal karena komentar kebencian netizen, bukan karena SM tidak melakukan apa-apa tentang komentar kebencian itu. Orang yang menjijikkan," kata netter lain.

"Terlepas dari semua komentar kebencian yang harus ditanggung Sulli, dia tidak pernah sekalipun menuntut mereka. Dia terlihat sangat tidak stabil, SM perlu melangkah lebih awal, setidaknya menuntut haters tersebut untuknya. Aku tidak bisa tidak merasa bahwa SM bisa melakukan lebih banyak untuknya," ucap netter lain.

"Berhenti menyalahkan orang lain, menyalahkan media, menyalahkan agensi, menyalahkan 'Night of Hate Comments', sebelum menyalahkan orang lain, lihat kembali tindakan kalian sendiri," sahut netter lain.

Apa Reaksi Kamu?