Pasca TikTok, LinkedIn "Ikutan" Salin Data Privasi Penggunanya
LinkedIn, salah satu aplikasi berbagi status dan lowongan kerja diduga melakukan aksi spying atau memata-matai data privasi penggunanya. (Foto: Cepymenews)

Pasca TikTok, LinkedIn "Ikutan" Salin Data Privasi Penggunanya

Senin, 6 Jul 2020 | 10:17 | Khalied Malvino

Winnetnews.com -  Data privasi kamu sebaiknya harus lebih diproteksi lagi ya. Terlebih setelah kabar aplikasi berbagi video pendek, TikTok yang diproduksi oleh ByteDance ini kedapatan mengintip data privasi data pengguna ponsel iPhone.

Memang TikTok bukan kali pertama melakukan hal ini. Kasus spying atau memata-matai ini juga pernah dialami TikTok dan dipersoalkan oleh akun anonim di Twitter. India sebagai salah satu negara pengguna TikTok terbanyak di dunia ini pun memblokir TikTok dari dunia maya.

"Hapus TikTok sekarang, jika kalian tau seseorang yang masih menggunakan aplikasi ini, jelaskan bahwa aplikasi ini berisi malware yang dibuat oleh China untuk melancarkan serangan mata-mata," tulis akun Twitter @YourAnonCentral seperti dikutip Indozone, Jumat (3/7).

Melansir laman Pikiran-Rakyat, Sabtu (4/7), ternyata tindakan spiyng ini tidak hanya dilakukan TikTok. Aplikasi berbagi status dan lowongan kerja, LinkedIn juga turut menjadi "pelaku" spying.

Perilaku jahat LinkedIn ini dinilai sama persis dengan apa yang dilakukan TikTok yang mampu masuk ke wilayah privasi data pengguna. LinkedIn kedapatan meng-copy clipboard pengguna iOS 14.

Para pengakses LinkedIn pun meramaikan kasus ini di Twitter. Juru bicara LinkedIn pun mengklaim kegiatan "salin clipboard" tersebut merupakan bug atau aplikasi eror. Hal tersebut disampaikan Wakil Presiden Direksi Produk Konsumen LinkedIn, Erran Berger.

Berger mengaku jika aktivitas mengakses data privasi penggunanya ini dilakukan untuk mengkroscek apakah benar apa yang ditulis pengguna sama dengan yang tertera di aplikasi.

"Kami tak menyimpan atau menyebarkan konten clipboard pengguna. Kami akan segera memperbaikinya," cuitnya di Twitter seperti dikutip Wartaekonomi, Sabtu (4/7).

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...