Pascabom Sri Lanka, Para Pengungsi Asal Pakistan "Diburu" Warga Lokal

Daniel
Daniel

Pascabom Sri Lanka, Para Pengungsi Asal Pakistan "Diburu" Warga Lokal Foto: Michael Safi/The Guardian

Winnetnews.com - Dampak dari insiden serangkaian bom di Sri Lanka pada Minggu (21/4) sangat terasa untuk para pengungsi dari Pakistan yang berada di Sri Lanka. Mereka yang didominasi penganut agama Islam seolah “diburu” oleh warga lokal. Total ada kurang lebih 700 warga Muslim Pakistan yang tergabung dalam grup bernama Komunitas Ahmadi, memilih untuk bersembunyi.  

Banyak dari mereka yang meninggalkan tempat tinggalnya di Negombo – salah satu kota yang juga terjadi insiden bom bunuh diri. Ada pula satu kelompok yang terdiri dari 500 pengungsi berkumpul di suatu tempat di sebuah kota, dan dijaga oleh pihak kepolisian untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

 

 

Event Seru Bulan Ini

 

 

Sentimen terhadap Muslim memang menjadi semakin memanas belakangan ini di Sri Lanka pasca kejadian bom bunuh diri di berbagai gereja dan hotel yang menewaskan 253 orang. Warga lokal melakukan protes kepada para pengungsi asal Pakistan dan meminta mereka untuk angkat kaki.

Tidak jarang pula ada tindakan ekstrim yang dilakukan oleh warga lokal kepada para pengungsi. Menurut aktivis Sri Lanka, Ruki Fernando, ada pengungsi yang rumahnya diserang dan bahkan “Pengungsi dipukuli dan dilempari batu” sebagai cara untuk mengusir.

Seorang anggota Komunitas Ahmadi, Tariq Ahmed, mengatakan: “Orang-orang di Pakistan menyerang kami karena kami dinilai bukan Muslim. Lalu di Sri Lanka, orang-orang menyerang kami karena mereka mengatakan kami Muslim.”

“Kami bukan musuh mereka. Kami menghadapi situasi yang sama dengan apa yang mereka hadapi. Kami bukan Teroris, namun mereka menganggap kami demikian,” ujar Qazi Moin Ahmed, anggota Ahmadi lainnya.

Sri Lanka sendiri didominasi oleh penduduk beragama Buddha. Kristen, Muslim, dan Hindu bisa dikatakan sebagai minoritas di negara dengan jumlah penduduk 22 juta tersebut. Sejauh ini para umat kristiani masih dilarang untuk mengunjungi gereja manapun oleh pihak pemerintah demi kemananan.

Dewan Muslim Sri Lanka mengeluarkan statement pada Kamis (25/4) bahwa mereka “sangat marah terhadap kejadian bom tersebut dan mengutuk pelaku pemboman”.

 

 

Apa Reaksi Kamu?