Pasien Virus Corona Bisa Diobati dengan Plasma Darah Orang Sembuh?
ilustrasi

Pasien Virus Corona Bisa Diobati dengan Plasma Darah Orang Sembuh?

Rabu, 26 Feb 2020 | 06:40 | Rusmanto
Winnetnews.com -  Wabah COVID-19 telah menelan lebih dari 2,000 korban jiwa dan menyebabkan sekitar 75,000 kasus di secara global. Sampai saat ini para ahli masih meneliti obat apa yang efektif melawan virus bernama SARS-CoV-2 ini. Namun, ternyata para peneliti menemukan sebuah cara baru untuk membantu melawan virus, yaitu darah pasien yang sudah sembuh dapat mengobati COVID-19. 

Benarkah opsi pengobatan ini efektif melawan infeksi virus COVID-19?

Plasma darah yang dapat mengobati covid-19, efektifkah?

image0

Dilansir dari laman Live Science, Kamis (13/2) para pejabat dari departemen kesehatan di Tiongkok meminta pasien yang pulih dari COVID-19 menyumbangkan plasma darah mereka. 

Para pejabat tersebut berpendapat bahwa plasma darah pada pasien yang sudah pulih mengandung protein yang dapat membantu melawan virus COVID-19. Bahkan, metode ini dipercaya dapat mengurangi peradangan pasien yang terinfeksi selama 12-24 jam. 

Hal ini dikarenakan pasien yang baru saja pulih dari penyakit ini kemungkinan mempunyai antibodi terhadap virus COVID-19 dan beredar di dalam darah. Maka itu, para petinggi di Tiongkok mengungkapkan secara teori bahwa menyuntikkan antibodi ke pasien yang masih sakit dapat membantu melawan infeksi. 

Mengapa demikian?

Antibodi adalah protein yang dibuat oleh sistem kekebalan tubuh agar virus, bakteri, dan zat asing lainnya hilang dari tubuh Anda. Umumnya, antibodi diciptakan sesuai dengan zat asing yang ada di tubuh. 

Akan tetapi, tubuh memerlukan waktu agar jumlah antibodi cukup untuk melawan dan mencegah infeksi virus. Apabila virus atau bakteri yang sama mencoba menyerang kembali, tubuh akan mengingat dan menciptakan antibodi dalam waktu yang cukup cepat untuk melawannya. 

Intinya, pengobatan ini akan mencoba mengirimkan sel kekebalan pasien yang sudah sembuh ke mereka yang masih sakit. Pasien yang dapat menerima plasma darah ini adalah mereka yang berada dalam situasi darurat dan kondisi kritis. 

Uji coba mendonorkan plasma darah ke pasien yang sakit sudah dilakukan. Dilansir dari Medical Xpress, sebelas pasien rumah sakit di Wuhan telah menerima infus plasma darah minggu lalu. 

Hasilnya, dua dari di antara pasien tersebut menunjukkan kemajuan. Pasien pertama dapat meninggalkan rumah sakit dan yang lainnya sudah dapat berjalan dan turun dari tempat tidur. 

Maka itu, sampai saat ini para ahli sedang menguji plasma darah para pasien yang sudah sembuh untuk membantu mengobati COVID-19. 

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...