Patahkan SIM Card, Tapi Tetap Terlacak Polisi

Patahkan SIM Card, Tapi Tetap Terlacak Polisi

Selasa, 26 Jan 2016 | 04:10 | Rusmanto
WinNetNews.com - TS, pelaku yang mengaku ISIS dan akan mengancam bom di Medan, Sumut ditangkap polisi tak berapa lama setelah ia mengirimkan SMS ke layanan interaktif TVRI Sumatera Utara. Pemeriksaan polisi, TS diduga mengalami gangguan kejiwaan.

"Saya minta maaf kepada semuanya, saya tak berani lagi buat kesalahan pak, saya iseng saja," kata TS dihadapan polisi dan awak media ketika ditanyai perlakuannya, Senin (25/1/2016).

TS yang wajahnya ditutup dengan sebo ini mengaku tahu dari nomor layanan interaktif dari TVRI. Ia yang mengetahui nomor tersebut lalu mencatatnya seterusnya ia mengirimkan SMS. Isi pesan dari SMS itu yakni, "hati2 kami semua keluarga besar ISIS hri ini akan trn ke medan utk bom ditempt keramaian dan tempt2 rmh penduduk yg di kota medan".

"Saya tahu ISIS dari surat kabar dan saya juga nonton televisi," ujarnya.

Setelah mengirimkan SMS tersebut, TS lalu mencabut kartu sim card yang ada di dalam telepon genggamnya lalu dipatahkan. Hal itu dilakukannya karena takut ditangkap polisi. Namun apa yang dilakukannya itu sia-sia. Polisi tetap saja mampu menangkap TS.

Dalam hal ini, Kapolresta Medan, Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto mengimbau kepada masyarakat agar tidak membuat isu terkait bom.

Atas perbuatan yang dilakukannya, polisi menjerat TS dengan Pasal 45 ayat 3 Jo Pasal 29 dan atau pasal 45 ayat 1 Jo Pasal 27 ayat 4 Undang-undang Nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik dengan ancaman diatas 5 tahun penjara.

disadur dari situs detik news

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...