Patogen mirip bakteri Antraks, bunuh hewan di Afrika

Patogen mirip bakteri Antraks, bunuh hewan di Afrika

Kamis, 15 Sep 2016 | 17:16 | Rike

WinNetNews.com-Kepala Epidemiologi dan Mikroorganisme, Fabian Leendertz dan rekan peneliti di Robert Koch Institute, Jerman mengautopsi kera pada 2001, menemukan terdapat sejumlah patogen dalam tubuh hewan yang mati.

Dalam laporan, patogen ini disebut mirip dengan Bakteri antraks ( infeksi yang bertanggung jawab untuk penyakit mematikan pada hewan dan manusia). "Apa yang membunuh simpanse ternyata bakteri Bacillus cereus, yang entah bagaimana dikooptasi dua segmen patogen dari DNA yang membuatnya sama berbahayanya dengan 'sepupunya' bakteri antraks," ucap Leendertz, seperti dimuat Times, Selasa (13/9/2016).Saat ini, dalam makalah yang diterbitkan jurnal PLoS Neglected Tropical Diseases, Leendertz menerangkan empat kasus dari infeksi cereus B. yang ditemukan pada kambing, sejumlah gorila dan gajah, juga simpanse. Seluruh hewan yang ditemukan sakit atau mati ini ditemukan di Kamerun, Republik Afrika Tengah dan Republik Demokratik Kongo."B. cereus ditemukan di mana-mana, termasuk di lingkungan yang biasanya tidak menyebabkan penyakit," terang Leendertz.

Penemuan ini menyorot pentingnya program pemantauan reguler patogen baru. Sebab epidemi, termasuk Zika dan Ebola menyebar melalui hewan.Leendertz mencatat bahwa B. anthracis dan B. cereus sejauh ini tak menyebar secara mudah dari hewan ke hewan maupun dari orang ke orang lewat kontak biasa.

Fakta bakteri membentuk spora berarti mereka bisa diangkut utuh jarak jauh dan tetap lebih virulen dengan jangka waktu lama. Memantau populasi hewan asli, dan memahami apa yang bisa menginfeksi dan bahkan membunuh mereka, adalah bagian penting dari mencegah infeksi tersebut muncul, kata Leendertz.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...