Paytren Dibekukan BI, Ini Kata Pengguna Paytren

Paytren Dibekukan BI, Ini Kata Pengguna Paytren sumber foto : istimewa

Winnetnews.com - Bank Indonesia (BI) baru-baru ini membekukan izin uang elektronik tiga e-commerce, Tokopedia, Shoppee, dan BukaLapak. Selain tiga toko online tersebut kini BI juga melarang sementara (suspend) layanan isi ulang (top up) uang elektronik yang dilakukan oleh Paytren milik Yusuf Mansur yang juga sebagai Presiden Director PT Veritra Sentosa Internasional.

Menanggapi hal tersebut, pengikut Paytren di Kubu Raya Suharti mengaku sudah mengetahui berita tersebut.

Namun ia sebagai pengikut mengaku tidak memahami prosedur yang dianggap salah sehingga dilarang aktivitasnya.

"Saya hanya tahu mendapat berbagai kemudahan beli pulsa, bayar listrik, air, dan bayar kebutuhan rumah tangga serta pribadi lainnya," ujarnya.

Suharti sebagai ibu rumah tangga yang mengurus anak sambil menjalankan bisnisnya mengaku menyayangkan seandainya dilakukan penghentian sementara karena mempengaruhi aktivitas yang berhubungan dengan bisnisnya.

"Biaya masuknya Rp300 ribu, fasilitasnya bisa beli pulsa atau bayar tagihan. Ini kan pengalihan dari yang biasanya beli pulsa di konter atau bayar-bayar tagihan di loket-loket PPOB beralih menggunakan aplikasi paytren, itu aja. Ya pastinya merasa terbantu adalah keuntungan dan membantu ekonomi meskipun dari transaksi Rp1 juta keuntungannya tidak besar, tetapi terus berkembang. Harapannya di urus lah biar tidak dibekukan," ujarnya.

Semisal kata Suharti tetangga ingin membayar tagihan listrik PLN Pasca sedangkan lokasi loket anda berjarak 1km dari rumah. Maka akan membutuhkan waktu untuk pergi ke lokasi PPOB, butuh tenaga, butuh bensin jika pakai motor, kadang justru keluar biaya tak terduga misalnya anak minta beli jajan karena bawa anak misalnya. "Itu promosinya dulu sampai saya tertarik," ujarnya.

Kelebihan lain kata Suharti kapanpun dan dimanapun sebagai member ia bisa cek jumlah tagihan rutin bulanan, Telkom, Listrik PAscabayar, TV bernayar, tagihan kartu halo, Tagihan PDAM dan lain-lain sebagainya.

"Pokoknya bisa lebih hemat, kalau transaksi dapat cash back. Keuntungannya tergantung berapa puluh transaksi per hari, ada lahkita kan bisa lebihkan ribuan asalkan yang beli tidak keberatan," ujar warga Wonodadi 2 ini.

Keuntungan lain yang didapatkan pengikut kata Suharti yaitu dari mereferensikan Paytren kepada kenalan. Menggunakan teknologi software Pay Tren yang terinstal berupa aplikasi paytren android di handphone smartphone merupakan kelebihan bisnis Ustad Mansur ini.

"Sebenarnya bisa mengajak orang nanti kita berhak dapat komisi dan juga rewards. Tetapi saya tidak pernah ajak rekan hanya jualan saja," ujarnya.