PBB Bangkrut, 64 Negara Berhutang

Khalied Malvino
Khalied Malvino

PBB Bangkrut, 64 Negara Berhutang Sekjen PBB, Antonio Guterres. [Foto: Washington Post]

Winnetnews.com -  Masalah pelik kini tengah dialami lembaga perkumpulan sejumlah negara, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Dalam satu dekade terakhir, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB, Antonio Guterres, mengungkapkan PBB mengalami krisis keuangan.

“PBB harus menanggung risiko menipisnya cadangan likuiditas pada akhir bulan dan berdampak tidak bisa membayar para karyawan dan vendor,” paparnya seperti dilansir Okezone, Rabu (9/10).

Sebagai informasi, krisis keuangan ini dialami lantaran beberapa negara anggota PBB belum membayar iuran mereka. PBB enggan membuka identitas sejumlah negara tersebut.

Namun, mengutip Agence Fraance Press (AFP) beberapa negara tersebut antara lain Amerika Serikat, Brasil, Argentina, Meksiko, dan Iran. Selain itu, ada juga Venezuela, Korea Utara dan Selatan, Republik Demokratik Kongo, Israel, dan Arab Saudi.

Jika ditotal, ada 64 negara anggota yang berhutang kepada PBB. Negara terakhir yang membayar adalah Suriah yang dilanda perang, juru bicara PBB Stephane Dujarric mengatakan pada Selasa (8/10) saat konferensi pers.

Dalam sepucuk surat yang dikirim Senin (7/10) kepada 37.000 karyawan di sekretariat PBB, yang diperoleh AFP, Guterres mengatakan PBB memiliki defisit USD230 juta (sekitar Rp2,8 triliun) pada akhir September.

Pada Selasa (8/10), ia mengindikasikan jika badan dunia itu tidak mengambil inisiatif untuk memotong pengeluaran sejak awal tahun, defisit akan semakin membengkak pada bulan Oktober menjadi USD 600 juta (sekira Rp8,5 ttiliun). Jika itu terjadi dapat memengaruhi pertemuan umum yang dihadiri oleh para pemimpin dunia.

Apa Reaksi Kamu?