PBB Beberkan Virus Corona Jadi Krisis Global Terburuk Sejak Perang Dunia II
Foto: Euronews.com

PBB Beberkan Virus Corona Jadi Krisis Global Terburuk Sejak Perang Dunia II

Rabu, 1 Apr 2020 | 15:30 | Khalied Malvino
Winnetnews.com - Lembaga antar negara, yakni Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan wabah virus corona yang menyebar ke 180 negara beberapa bulan belakangan ini merupakan krisis global terburuk sejak Perang Dunia II.

Seperti diberitakan CNNIndonesia.com, Rabu (1/4), Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB, Antonio Guterres bahkan pada Selasa (31/3) memperingatkan wabah tersebut dapat memicu konflik di seluruh dunia.

Guterres mengatakan peringatan ia berikan berdasarkan skala krisis yang diakibatkan oleh penyakit tersebut. Krisis bisa membawa dunia ke dalam resesi ekonomi yang mungkin beratnya tidak ada yang bisa menandingi di masa lalu.

"Kombinasi dari dua fakta dan risiko yang ditimbulkannya meningkatkan ketidakstabilan, kerusuhan, dan konflik. Itu semua adalah hal-hal yang membuat kami percaya bahwa ini adalah krisis paling menantang sejak Perang Dunia II," katanya seperti dikutip dari AFP Rabu (1/4).

Ia mengatakan agar kekhawatiran tersebut tidak terjadi, respons kuat dan efektif diperlukan. Bukan hanya itu, solidaritas juga diperlukan untuk mengatasi wabah virus corona.

"Dalam solidaritas jika semua orang berkumpul dan jika kita melupakan permainan politik dan memahami bahwa umat manusialah yang dipertaruhkan," tambah Guterres.

Wabah virus corona telah menyebar ke 180 negara. Wabah telah membunuh 41.654 orang. Wabah juga mulai menyebabkan kehancuran ekonomi.

Ia mengatakan untuk mencegah kehancuran ekonomi tersebut, PBB pada Selasa kemarin telah menggalang dana untuk membantu negara terutama miskin agar tak tertekan oleh virus tersebut.

"Kita perlu memiliki instrumen keuangan yang inovatif supaya negara berkembang dapat melewati krisis tersebut dengan baik," katanya.

"Kami jauh dari memiliki paket global untuk membantu negara berkembang menciptakan kondisi baik untuk menekan penyakit dan untuk mengatasi konsekuensi dramatis," Guterres.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...