PBNU Minta Masyarakat Tak Ikut Campur dalam Kasus Novel Baswedan
Logo Nadlatul Ulama (foto: nu.or.id)

PBNU Minta Masyarakat Tak Ikut Campur dalam Kasus Novel Baswedan

Sabtu, 28 Des 2019 | 11:10 | Amalia Purnama Sari
Winnetnews.com - Pengurus Besar Nadlatul Ulama (PBNU) meminta masyarakat mengapresiasi kinerja kepolisian yang berhasil menyibak dua tersangka penyiraman air keras Novel Baswedan. PBNU juga meminta masyarakat untuk tidak melakukan intervensi lebih jauh terhadap kasus penyidik senior KPK tersebut.

Ketua Pengurus Harian PBNU Robikin Emhas mengatakan bahwa penyiram air keras kepada Novel pada 2017 menggugurkan pandangan negatif terhadap kinerja kepolisian. Sebelumnya masyarakat mencibir pihak kepolisian yang dianggap ‘lelet’ dalam menyibak tersangka penyiraman air keras.

“Tindakan Polri menangkap pelaku penyiraman air keras Novel Baswedan menggugurkan spekulasi yang pernah berkembang. Seakan Polri tak profesional dan tidak mampu mengungkap suatu perkara,” kata Robikin, dilansir dari Suara.com, Jumat (28/12).

image0
PBNU (foto: Tempo)

“Publik harusnya memberikan apresiasi kepada pihak kepolisian,” lanjutnya.

“Biarkan Polri bekerja sesuai kode etik dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tegas Robikin.

Perlu diketahui, dua pelau teror penyiraman air keras terhadap penyidik Novel Baswedan ditangkap kepolisian pada Jumat (27/12) kemarin.

Dua pelaku tersebut terdiri dari satu orang sipil dan satu polisi yang ditangkap dan dibawa ke Bareskrim Polri pada Jumat (27/12).

“Dari tim teknis telah menemukan informasi yang signifikan dan info tersebut telah kami dalami tadi malam. Kami bersama Kakor Brimob telah mengamankan pelaku, RM dan RB, Polri aktif,” kata Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Komisaris Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Penyiraman Novel Baswedan terjadi pada 12 April 2017 silam.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...