PBNU Sebut Pembangunan Terowongan Istiqlal-Katedral Langkah Politik
Sumber: Muslim Obsession

PBNU Sebut Pembangunan Terowongan Istiqlal-Katedral Langkah Politik

Senin, 10 Feb 2020 | 09:55 | Khalied Malvino

Winnetnews.com - Urgensi pembangunan terowongan penyambung antara Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral, Jakarta Pusat, menjadi sorotan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siroj.

Menurutnya,  jika pembangunan terowongan dua sarana ibadah terbesar di DKI Jakarta itu harus ada target nilai. Bahkan ia mempertanyakan jika urgensi itu berkaitan dengan strategi politik.

"Apakah nilai budaya, agama, atau ini cuma bagian strategi politik?" ujar Said Aqil Siroj di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Sabtu (9/2/2020) seperti dikutip CNNIndonesia.com.

Namun demikian, ia tak menjelaskan lebih lanjut soal strategi politik yang dimaksudnya.

"Menurut saya [pembangunan terowongan tidak ada urgensinya]. Apakah harus begitu lho pertanyaannya," tambahnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengungkapkan, proyek renovasi Masjid Istiqlal juga termasuk pembangunan terowongan bawah tanah dengan Gereja Katedral.

“Tadi ada usulan dibuat terowongan dari Masjid Istiqlal ke Gereja Katedral. Tadi sudah saya setujui sekalian,” ujar Jokowi usai meninjau renovasi Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (7/2/2020).

Jokowi mengatakan, terowongan ini menjadi simbol silaturahmi antara masjid dan gereja. Warga yang ingin ke gereja dari masjid atau sebaliknya dapat melewati terowongan tersebut.

Seperti diketahui, pelaksanaan renovasi Masjid Istiqlal telah dimulai sejak 6 Mei 2019. Renovasi meliputi bagian dalam masjid, seperti kamar mandi dan fasilitas wudhu.

Selain itu, renovasi juga dilakukan untuk pemasangan 104 Closed Circuit Television (CCTV), penggantian karpet, termasuk mihrab yang ada di lantai utama masjid. Perbaikan mihrab akan meliputi tata suara, cahaya, dan udara.

“Rampung sebelum Ramadhan,” harap Jokowi.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...