PCOS Lebih dari Sekedar Gangguan Hormonal, Kamu Sudah Cek Belum?
via Norton Healthcare

PCOS Lebih dari Sekedar Gangguan Hormonal, Kamu Sudah Cek Belum?

Jumat, 20 Des 2019 | 11:45 | Ghigasmara Gustinanda Sekarninggar

Winnetnews.com - Perempuan seringkali menganggap remeh ketika siklus menstruasi tidak lancar, padahal ini dapat menjadi salah satu gejala dari Policycstic Ovaries Syndrome (PCOS).  PCOS merupakan sebuah kondisi yang dialami perempuan, dimana tubuh memproduksi kadar hormon androgen dan hormon insulin yang berlebih. Sehingga menimbulkan benjolan-benjolan kecil berisi cairan pada ovarium, benjolan inilah yang disebut dengan PCOS. 

Gejalanya dapat dilihat dari siklus menstruasi yang tidak teratur, pertumbuhan rambut yang berlebihan, dan berat badan naik secara drastis. Berdasarkan riset dari Office on Women’s Health, 1 dari 10 perempuan berumur 15 hingga 44 tahun di dunia mengalami kondisi ini. Mungkin kamu atau temanmu atau saudaramu adalah salah satunya.

Tetapi, PCOS bukan hanya serta merta mengenai gangguan hormon saja, PCOS juga dapat menyebabkan beberapa komplikasi kesehatan juga. Produksi hormon insulin yang berlebih  merupakan faktor pemicu komplikasi kesehatan yang paling utama. 

Ketika tubuh memproduksi insulin yang berlebih, maka tubuh mengalami resistensi insulin. Resistensi insulin ini menyebabkan terjadinya penumpukan glukosa dalam darah, menyebabkan kadar gula darah menjadi lebih tinggi dari seharusnya. 

Inilah yang menyebabkan perempuan yang mengidap PCOS memiliki resiko terkena penyakit lain seperti hipertensi, diabetes dan sleep apnea yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang tidak mengidap PCOS.

Mayoritas dari perempuan yang mengalami PCOS, juga mengalami kenaikan berat badan yang berlebih bahkan hingga mengalami obesitas, memicu terjadinya  hipertensi atau tekanan darah tinggi, dimana jantung harus bekerja lebih keras untuk mengedarkan darah. Bahayanya, gejala hipertensi ini tidak terlihat dan banyak orang tidak menyadari bahwa mereka memiliki kondisi tersebut.

Lebih dari setengah perempuan yang mengalami PCOS juga mengalami diabetes, tingkat insulin yang sangat tinggi di dalam tubuh menyebabkan perempuan dengan PCOS 4  kali lebih rentan terkena diabetes tipe 2. Diabetes tipe 2 ini juga sangat dipengaruhi oleh berat badan yang berlebih.

Sleep apnea mungkin masih terdengar sangat asing di telinga kita, namun perlu diketahui bahwa perempuan dengan PCOS juga beresiko tinggi terkena sleep apnea, hal ini dikarenakan adanya resistensi insulin yang dialami oleh perempuan dengan PCOS. 

Sleep apnea adalah kondisi gangguan tidur dimana proses pernapasan seringkali berhenti di saat tidur, menyebabkan kualitas tidur yang kurang maksimal. Tidak hanya menimbulkan ketidaknyamanan ketika tidur, sleep apnea dapat menyebabkan penderitanya mengalami rasa kantuk yang berlebih pada jam-jam produktif.

PCOS bukanlah sesuatu yang dapat disembuhkan. Namun, dampak negatif PCOS terhadap kesehatan tubuh dapat dihindari melalui beberapa perubahan pola hidup dan kebiasaan. Dimulai dari hal yang paling mudah yakni makanan, tukar makanan dengan karbohidrat sederhana seperti roti dan nasi putih dengan karbohidrat yang lebih kompleks seperti quinoa dan lentils. Gula yang sudah diproses seperti permen dan minuman-minuman manis adalah musuh jahat bagi tubuh, cobalah mengkonsumsi sumber gula alami yakni buah-buahan. Perbanyak kegiatan diluar ruangan dan istirahat yang cukup juga merupakan kunci agar terhindar dari hipertensi, diabetes dan sleep apnea.

Jika kamu mengalami gejala-gejala PCOS sudah saatnya kamu konsultasi ke dokter, sebelum kondisimu  menjalar ke komplikasi kesehatan lainnya. 

Sekarang, kamu sudah tahu mengenai PCOS, waktunya kamu mengedukasi orang-orang di sekitarmu supaya semakin banyak perempuan-perempuan yang sadar mengenai PCOS dan dampaknya bagi kesehatan perempuan. (*)

 

 

Ghigasmara Gustinanda Sekarninggar adalah mahasiswi London School of Public Relations Jakarta.
*) Opini penulis dalam artikel ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi Winnetnews.com.

 

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...