PDIP Bongkar 'Kartu As' SBY
Sumber : Istimewa

PDIP Bongkar 'Kartu As' SBY

Selasa, 26 Jun 2018 | 04:41 | Oky

Winnetnews.com - Pernyataan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang menyebutkan Polri, TNI Dan Badan Intelijen Negera (BIN), Tidak Netral dalam Pilkada Serentak 2018 pada konferensi pers di Bogor, Sabtu (23/06/2018) kemarin.

Mengenai hal tersebut, membuat PDI Perjuangan angkat bicara, melalui Ketua DPP PDIP Komaruddin Watubun dalam keterangan tertulisnya, Minggu (24/6/2018).

Komaruddin menyatakan, gaya permainan politik yang dipakai SBY itu saat ini sudah ketinggalan zaman.

Alasannya, masyarakat saat ini sudah cukup paham dan melek politik atau gerakan politik yang bermuara pada tujuan-tujuan tertentu.

Ia menyebut, pernyataan SBY itu lebih dikarenakan ketakutan dan dihantui oleh cara berpikirnya sendiri atas dasar yang dilakukan selama jadi presiden.

“Politik agar dikasihani model SBY tersebut, publik sudah tahu,” katanya.

Sebaliknya, ia justru mempertanyakan SBY saat Pilpres 2009 silam yang dinilainya pernah membujuk komisioner KPU dengan iming-iming tertentu.

Terbukti, banyak yang kemudian dijadikan pengurus teras Partai Demokrat, seperti Anas Urbaningrum dan Andi Nurpati.

“Siapa yang dibelakang tim alfa, bravo dan delta yang dibentuk SBY, warga sipil kah?” beber Komaruddin.

Ia juga mempertanyakan kenapa akhirnya mantan Ketua KPK Antasari Azhar dipenjara hanya karena mau mengusut IT Pemilu.

“Siapa yang menggunakan dana APBN melalui bansos untuk keperluan pemilu?”

“Siapa yang memanipulasi DPT tahun 2009? siapa yang gunakan intelijen untuk pilpres 2004 dan 2009?,” kelakarnynya.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...