PDIP Ingatkan Andre Rosiade Tak Usah Ikut Campur Urusan BUMN
Foto: Radar Lampung

PDIP Ingatkan Andre Rosiade Tak Usah Ikut Campur Urusan BUMN

Rabu, 16 Sep 2020 | 17:00 | Anggara Putera Utama

Winnetnews.com -  PDIP menanggapi kritik yang disampaikan Anggota Komisi VI DPR Andre Rosiade yang mengusulakn Presiden Jokowi mencopot Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dari jabatan Komisaris Utama (Komut) PT Pertamina (Persero).

Kritik tersebut ditanggapi oleh Anggota Fraksi PDIP Aria Bima yang menegaskan Andre untuk tidak campur terhadap urusan internal BUMN.

“Kita itu terbatas dalam Pasal 91 UU No 19 tahun 2003 tentang BUMN, tentang organ perusahaan, dilarang ikut campur. Selain organ perusahaan, tidak boleh mencampuri BUMN,” ujar Aria Bima, Rabu (16/9).

Menurut Bima, DPR punya batas terhadap mitra kerjanya. DPR hanya berwenang pada aspek kinerja terhadap mitra, termasuk Komisi VI kepada Pertamina.

“Dalam kaitan bagaimana mengukur benefit korporasi, dan benefit terhadap pertumbuhan ekonomi atau PDP yang selalu kita tekankan kan di situ. Itulah batas-batas yang membatasi kita untuk tidak ikut-ikut bicara soal menjagokan siapa dan minta mundur atau tidak, terbatas pada pasal itu,” tuturnya.

“Andre ini kan semangatnya menggebu-gebu sehingga lupa pasal itu,” sambung Wakil Ketua Komisi VI itu.

Ahok dianggap Andre Rosiade membuat gaduh usai pernyataannya yang menyebut direksi yang punya hobi melobi menteri hingga direksi yang lebih suka berutang dan mendiamkan investor. Terkait itu, Bima juga tak membenarkan tindakan Ahok.

“Tapi Ahok juga bukannya benar lho. Ahok sebagai pejabat publik itu kan harus ada etikanya. Substansi tentang kebenaran itu ada ruang untuk mengujinya,” sebut Bima.

Menurutnya, pembenahan di BUMN, termasuk di Pertamina, sudah menjadi komitmen bersama. Hanya saja Bima meminta Ahok juga tahu tempat untuk membicarakannya.

“Cuma Ahok ini kan tidak bisa membedakan dia Ahok dengan Basuki Tjahaja Purnama. Kalau Basuki Tjahaja Purnama ini komisaris, ini organ perusahaan. Saran saya, ini yang bicara seharusnya bukan Ahok ini, tapi Basuki Tjahaja Purnama sebagai komisaris,” kata Bima.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...