Pecah! Demo Masif Hingga Penjarahan di Chile, Ini Pemicunya
Sebuah supermarket dibakar demonstran saat aksi demonstrasi di Santiago, Chile, Minggu (20/10). [Foto: Reuters]

Pecah! Demo Masif Hingga Penjarahan di Chile, Ini Pemicunya

Senin, 21 Okt 2019 | 12:27 | Khalied Malvino

Winnetnews.com - Aksi demonstrasi di Santiago, Chile mengakibatkan lima orang tewas setelah sebuah pabrik garmen dibakar para penjarah, Minggu (20/10) waktu setempat. Kenaikan tarif kereta komuter menjadi salah satu pemicu aksi penjarahan dan pembakaran tersebut.

Meski kenaikan tarif kereta komuter ditangguhkan, kerusuhan ini menjadi cermin kemarahan masyarakat Chile karena biaya hidup dan ketidaksetaraan yang sangat tinggi. Laporan Okezone menyebut, militer dan polisi Chile menggunakan gas air mata dan meriam air terhadap para demonstran, dan memberlakukan jam malam di kota-kota besar.

Presiden Chile, Sebastián Piñera telah membela tanggapan pemerintahnya yang memberlakukan keadaan darurat menyusul demonstrasi dan kerusuhan yang terjadi pada Jumat.

"Saya yakin bahwa demokrasi tidak hanya memiliki hak, demokrasi memiliki kewajiban untuk mempertahankan diri menggunakan semua instrumen yang disediakan demokrasi itu sendiri, dan aturan hukum untuk memerangi mereka yang ingin menghancurkannya," kata Piñera setelah pertemuan darurat dengan para pejabat, sebagaimana dilansir BBC.

image0
Foto: Reuters

Protes berlanjut di seluruh negeri meskipun keadaan darurat telah diberlakukan di lima wilayah. Ribuan tentara dan tank telah dikirim ke jalan-jalan ibu kota dan kota-kota lain untuk pertama kalinya sejak 1990, ketika Chile kembali ke demokrasi setelah kediktatoran Augusto Pinochet.

Pada Minggu (20/10), penjarahan dan pembakaran berlanjut dan pengunjuk rasa membakar lebih banyak bus, menghancurkan stasiun metro dan bentrok dengan polisi anti huru hara.

Jam malam diberlakukan di wilayah Santiago, Valparaíso, Coquimbo y Biobío. Di Santiago, hampir semua angkutan umum ditangguhkan, penerbangan keluar dari bandara internasional dibatalkan dan toko-toko tetap tutup.

Pada Sabtu, sedikitnya tiga orang tewas dalam serangan pembakaran di dua supermarket di Santiago.

image1
Foto: Reuters

Pejabat terkait mengatakan bahwa lebih dari 1.400 orang ditahan di seluruh negeri terkait demonstrasi yang terjadi. Sementara dua orang dilaporkan menderita luka tembak setelah bentrokan dengan polisi.

Kerusuhan terburuk di Chile dalam beberapa dasawarsa itu, telah menyingkap perpecahan di negara tersebut.

Selain merupakan salah satu yang terkaya di Amerika Selatan, Chile juga menjadi salah satu yang memiliki tingkat ketidaksetaraan tertinggi, sehingga memunculkan seruan untuk reformasi ekonomi yang intensif.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...