Skip to main content

Pedagang Minuman yang Sempat Berbincang dengan Afif

Pedagang Minuman yang Sempat Berbincang dengan Afif
Pedagang Minuman yang Sempat Berbincang dengan Afif

WinNetNews.com - Pedagang minuman Rudi (39) masih ingat peristiwa terkutuk bom Thamrin terjadi. Dia selalu berdoa, semoga peristiwa itu tidak terulang lagi.

"Saya melihat yang pakai baju hitam sama topi (Afif), jalan bolak balik," terang Rudi ditemui di kawasan Thamrin, Jakarta, Senin (18/1/2016).

Rudi tak menyangka sama sekali kalau Afif itu seorang teroris yang tega menembak membabi buta yang menyebabkan Rais, seorang office boy meninggal dunia.

"Saya samperin dia, saya tawarin beli minuman," jelas Rudi.

Afif berbaju hitam itu kemudian membeli minuman dari Rudi. Tak banyak yang diucapkan Afif, hanya saja sempat bertanya soal dagangan dia.

"Dia tanya dagangan ya, terus dia ambil botol minuman. Terus bayar, terus pas mau pergi dia bilang semoga laris dagangan saya," urai dia.

Tidak lama, Rudi mendengar bunyi ledakan. Saat itu ledakan pertama terjadi di Starbucks. Kemudian banyak masyarakat yang datang karena awalnya menyangka ledakan ban.

"Habis di Starbucks, saya lihat ada orang jalan ke dekat pos polisi. Di situ ada orang yang ditilang, nggak lama ada ledakan lagi," ujarnya.

Ledakan itu mengagetkan, masyarakat masih belum sadar apa yang terjadi. Tidak lama saat warga berkerumun, Afif melepas tembakan.

"Orang-orang kabur, itu yang baju hitam nembakin polisi. Rais waktu itu kena tembak jatuh. Orang-orang nggak berani nolong," tegasnya. Rais akhirnya dievakuasi Kasat Jatanras Polda Metro AKBP Herry Heryawan.

Setelah orang berlarian, Rudi juga ikut kabur. Dia mencari tempat aman. Tidak lama ramai polisi datang dan terjadi tembak menembak hingga bom meledak yang menewaskan Afif dan rekannya.

disadur dari situs detik news

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top