Peduli Lingkungan, Warung Makan ini Hanya Terima Pembayaran Menggunakan Sampah Plastik
Sumber: Kompas.com

Peduli Lingkungan, Warung Makan ini Hanya Terima Pembayaran Menggunakan Sampah Plastik

Senin, 11 Nov 2019 | 15:35 | Nurul Faradila

Winnetnews.com - Ketika mengunjungi sebuah tempat makan, normalnya kita akan membayar makanan yang telah kita beli dengan uang. Namun, hal berbeda justru terjadi di Semarang.

Di kota ini, terdapat sebuah warung makan yang letaknya tidak jauh dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang. Pelanggan yang datang, diperbolehkan untuk membayar pesanan mereka dengan menggunakan sampah plastik.

Warung ini sudah dibuka oleh pasangan Sarimin dan Suyatmi sejak tahun 2016 silam. Dibukanya warung ini bertujuan agar bisa melayani para pengepul atau pemulung yang setiap harinya mencari sampah plastik di kota Semarang.

“Sampah plastik bisa ditukarkan di warung untuk membeli makan dan minum. Jenis sampah plastik yang bisa didaur ulang. Seperti gelas plastik dan botol bekas air mineral, tas plastik bekas, dan yang lainnya,” jelas Sarimin seperti dikutip dari Kompas.com.

Ide awal pembukaan rumah makan ini berasal dari pembicaraan yang dilakukan pasangan tersebut bersama Unit Pengelola Teknis (UPT) TPA Jatibarang, mengenai bagaimana cara mengurangi sampah plastik yang sulit terurai. Hingga akhirnya, Sarimin dan Suyatmi pun memutuskan untuk mendirikan warung makan tersebut.

Warung makan ini menyediakan berbagai macam makanan, mulai dari nasi rames hingga sambal. Selain itu, Sarimin dan istrinya menjual makanan-makanan di warungnya dengan harga yang lebih murah. Untuk membeli makanan, pemulung minimal harus membawa 20 kilogram yang nantinya akan ditukar makanan seharga Rp20 ribu.

Selama menjalankan warung makan ini, Sarimin mengaku kalau ia telah meraup Rp100 ribu per harinya, yang selanjutnya dimanfaatkan untuk membiayai pendidikan anak mereka.

“Penghasilan yang didapat sekitar Rp2 juta hingga Rp3 juta setiap bulannya. Buat bayar kuliah anak saya. Dua-duanya Alhamdulillah bisa kuliah. Anak pertama sudah lulus dan kerja, kalau yang kedua kuliah juga sambil bantu-bantu nyupir truk sampah,” tutur Sarimin.

Warung makan milik Sarimin dan Suyatmi ini berhasil menginspirasi banyak orang sehingga dinobatkna sebagai satu dari delapan tokoh Indonesia yang berpengaruh dalam program bertajuk Indonesia’s Game Changers dari CNA.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...